Jalin Silaturahmi hingga Timor Leste, RBC NTT Gelar Open Turnamen Biliar Berhadiah Rp 35 Juta di Belu
Atambua – Guna mempererat tali silaturahmi antara atlet biliar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan negara tetangga Timor Leste, Racel Billiard Club (RBC) NTT resmi menggelar Open Turnamen Biliar 9 Ball.
Kompetisi yang mempertandingkan kategori dewasa, ladies (wanita), dan anak-anak (U-15) ini berpusat di Pelataran Mal Pelayanan Publik Atambua, Selasa, (21/7/2026).

Ketua Panitia RBC NTT, Frankie Lalang, dalam laporannya menyampaikan bahwa olahraga biliar saat ini semakin diminati dan berkembang menjadi ajang prestasi yang kompetitif. Turnamen ini hadir sebagai wadah positif bagi para penghobi dan atlet di wilayah Belu serta NTT pada umumnya.
“Melalui ajang ini, kami ingin memfasilitasi mereka untuk menyalurkan bakat, menjalin sportivitas, serta menjaring bibit atlet muda potensial. Kami berharap kegiatan ini mampu merangkul komunitas biliar yang lebih luas dan merata,” ujar Frankie.
Ia menambahkan, turnamen yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 ini bertujuan untuk
menjalin silaturahmi antar-sesama pehobi dan atlet biliar, meningkatkan prestasi dan mengasah kemampuan atlet lokal,
mempromosikan olahraga positif kepada masyarakat luas, serta mempersatukan semangat masyarakat Belu dalam kehidupan bernegara.
Acara yang terbuka untuk umum, pehobi, dan atlet se-NTT ini memperebutkan total hadiah fantastis sebesar Rp35 juta. Untuk kategori Dewasa, Juara 1 akan membawa pulang Rp15 juta, Juara 2 sebesar Rp6 juta, Juara 3 sebesar Rp3,5 juta, Juara 4 sebesar Rp2,5 juta, posisi 8 Besar mendapat Rp750 ribu, dan posisi 16 Besar mengantongi Rp250 ribu. Sementara untuk kategori Ladies dan Anak-anak (U15), Juara 1 berhak atas Rp1,5 juta, Juara 2 sebesar Rp750 ribu, dan semifinalis masing-masing Rp375 ribu.

Sekretaris Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) NTT, Yoseph Pito Atu, menjelaskan bahwa RBC NTT saat ini berkedudukan di tiga wilayah, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Turnamen kali ini merupakan ajang perdana RBC NTT di Belu, yang ke depannya akan dijadikan pusat turnamen berkala.
“RBC adalah klub yang kita dirikan bersama para atlet. Fakta membuktikan bahwa banyak pemain biliar hebat di NTT ini berasal dari RBC Kabupaten Belu,” ungkap Pito Atu.
Pito juga membeberkan rekam jejak prestasi klub, di antaranya sukses meraih Juara 1 dan 2 se-Jawa Timur dalam kompetisi di Surabaya, serta mewakili NTT pada ajang Kejurnas tahun lalu. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, RBC telah mengirim tiga atlet (dua dari Belu dan satu pebiliar wanita dari Kupang) untuk mengikuti sekolah biliar di Kediri, Jawa Timur.
“Prestasi ini tidak membuat kita jemawa. Kita tetap menuntun mereka untuk terus berlatih menjadi lebih baik. Ke depan, POBSI menghadapi tantangan besar menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON). Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Ketua POBSI Belu untuk melahirkan atlet berprestasi yang siap lolos seleksi PON di NTB nanti,” tambahnya.

Dukungan serupa datang dari Ketua KONI Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang. Ia menegaskan bahwa setiap penyelenggaraan acara oleh cabang olahraga, termasuk POBSI, merupakan bagian nyata dari kerja dan program KONI Kabupaten. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta, “Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas.”
Pemerintah Kabupaten Belu memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi ini. Bupati Belu, dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Drs. Nikolaus U. K. Birri, MM, berharap turnamen ini melahirkan juara-juara baru.

“Mudah-mudahan ada atlet biliar kita, khususnya dari Belu, yang nanti bisa meraih juara di ajang PON di NTB. Atas nama pemerintah, kami mengucapkan provisiat, terima kasih, dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia RBC serta semua pihak yang telah menjadikan Atambua sebagai tuan rumah,” ujar Nikolaus Umbu.
Menandai dimulainya kompetisi, Nikolaus yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati Belu secara resmi membuka Open Turnamen RBC NTT tingkat Provinsi tersebut.
