Sebanyak 25 Pengurus Kadin Kabupaten Belu Periode 2026-2031 Resmi dilantik
Atambua – Dalam memperkuat peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing pelaku usaha di Kabupaten Belu, Ketua dan Pengurus Kadin Kabupaten Belu Periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur – Dr. (Cand) Bobby Lianto, M., M., MBA. Pelantikan tersebut saksikan langsung oleh Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH, dan bertempat di Gedung Wanita Betelalenok Atambua pada Selasa (21/7/2026).
Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH mengatakan Kabupaten Belu memiliki posisi yang sangat strategis sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik TimorLeste. Posisi ini merupakan peluang besar untuk mengembangkan perdagangan, investasi, industri, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai sektor produktif lainnya.
“Saya menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Belu yang baru saja dilantik. Amanah yang diemban hari ini bukan sekadar sebuah jabatan organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab besar untuk menjadi motor penggerak dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini tantangan ekonomi semakin kompleks. Perubahan teknologi, digitalisasi, persaingan global, hingga dinamika pasar menuntut untuk terus berinovasi. Oleh karena itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Belu beserta pengurus harus mengambil peran strategis dalam meningkatkan daya saing daerah melalui penguatan sektor perdagangan lintas batas, pengembangan hilirisasi produk lokal, promosi investasi, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Saya berharap Kadin Kabupaten Belu yang telah dilantik ini harus mempunyai agenda rutin bersama pengusaha dan pemerintah sehinggga kita dapat bekerja sama dengan Timor Leste,” harapnya.
Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur – Dr. (Cand) Bobby Lianto, M., M., MBA menyatakan bahwa KADIN tidak hanya berperan sebagai mitra konsultatif, tetapi juga sebagai eksekutor berbagai program yang berpihak pada kepentingan dunia usaha. Pada akhirnya, setiap langkah yang dilakukan akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, jadikan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai mitra strategis sekaligus mitra utama Pemerintah Kabupaten dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi.
“Kami sebagai Kadin NTT telah membentuk satgas percepatan kawasan Free Trade Zone (FTZ) Untuk mengawal pemerintah mulai dari tingkat provinsi sampai daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelantikan pengurus Kadin Kabupaten Belu diharapan dapat diikuti dengan pembentukan satgas agar mereka dapat bersama-sama mendorong dan mengawal program tersebut.
“Kita semua harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton. Oleh karena itu jangan hanya terpaku pada peluang-peluang kecil, tetapi beranilah mengambil bagian dalam peluang-peluang besar yang dimiliki daerah kita. Potensi Kabupaten Belu dan Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat besar, yang dibutuhkan adalah persatuan, kolaborasi, serta komitmen bersama untuk mewujudkannya,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh Pengurus Kadin Kabupaten Belu untuk bekerja bersama bergerak bersama, dan mengambil peran nyata demi masa depan ekonomi daerah yang lebih maju.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Belu – Albertus Baldion Tannur, S.E., mengajak seluruh pengurus Kadin, pelaku usaha, asosiasi dunia usaha, serta pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mempersiapkan Kabupaten Belu menghadapi berbagai peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan dalam mendorong peningkatan daya saing daerah, seiring rencana pemerintah untuk mengembangkan kawasan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor-Leste.
“Kita berada di wilayah perbatasan negara yang memiliki posisi strategis. Ini merupakan peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama untuk memajukan perekonomian Belu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong pengembangan kawasan ekonomi di sejumlah titik perbatasan, seperti Motain, Motamasin, dan Wini. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Belu harus mulai mempersiapkan diri agar mampu mengambil peran dalam setiap peluang yang akan hadir. Untuk itu, Kadin Belu akan segera menggelar rapat bersama seluruh pengurus guna menyusun langkah-langkah strategis dan program kerja yang dapat mendukung kesiapan dunia usaha lokal menghadapi perkembangan tersebut.
“Kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Jangan sampai ketika berbagai kebijakan dan investasi mulai berjalan, kita hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.
Sebagai Informasi sebanyak 25 pengurus Kadin Kabupaten Belu Periode 2026-2031 telah dilantik oleh Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur. Acara ini meliputi penandatanganan berita acara, penyerahan surat keputusan (SK), serta penyerahan bibit sorgum oleh Ketua Umum Kadin NTT kepada Bupati Belu.
