Atambua – Pemerintah Kabupaten Belu bersama Instituto Nacional de Combate ao HIV-SIDA (INCSIDA) Timor Leste dan Yayasan Bethesda YAKKUM Area Belu menggelar pertemuan strategis untuk membahas penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit HIV/AIDS di wilayah perbatasan kedua negara.
Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST di Ruang Rapat Bupati Belu pada Kamis (27/8/2026).

Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST., mengapresiasi inisiatif yang digagas oleh Ketua INCSIDA Timor Leste dan Yayasan Bethesda. Langkah ini sangat penting karena tingginya angka kasus HIV/AIDS, baik di Timor Leste maupun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Belu sebagai pintu perbatasan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Ketua INCSIDA Timor Leste dan Yayasan Bethesda dalam pencegahan penyakit HIV/AIDS. Wilayah perbatasan ini perlu pengawasan ketat guna menekan penyebaran penyakit tersebut. Oleh karena itu, kerja sama ini perlu dipercepat demi melindungi generasi muda di Timor Leste dan Kabupaten Belu,” ujar Wabup Vicente seusai pertemuan.
Wabup Vicente juga mengungkapkan keprihatinannya terkait adanya laporan mengenai kelompok pelajar yang telah terinfeksi.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk menjaga agar generasi penerus kita tetap sehat dan bebas dari HIV/AIDS,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua INCSIDA Timor Leste, Daniel Marcal, menekankan pentingnya membangun kerja sama lintas batas serta pembentukan jaringan rujukan terpadu. Ia menilai tingginya mobilitas pelintas batas antarnegara membuat kawasan perbatasan sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara sepihak.
“Kami mendorong kesepakatan bersama mengenai pentingnya edukasi di pintu-pintu perbatasan serta mendesak pembentukan jejaring rujukan pelayanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) lintas negara
bagi Orang Dengan HIV (ODHIV),” jelas Daniel Marcal.
Lebih lanjut, Daniel mengajak Pemerintah Kabupaten Belu, dinas kesehatan, dan tokoh masyarakat di perbatasan untuk bersinergi melakukan pencegahan demi mencapai eliminasi HIV global.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu, Kepala Agen Konsulat Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Atambua bersama staf, serta Koordinator UPKM/CD Bethesda YAKKUM Area Belu bersama jajarannya.
Pertemuan ini diharapkan segera menghasilkan kesepakatan resmi untuk pencegahan penularan HIV/AIDS di perbatasan Indonesia – Timor Leste.
