Sukses Selesaikan 151 Program di Perbatasan, Mahasiswa KKN-PPM Kolaborasi UGM-Undana Resmi Ditarik
Atambua– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu secara resmi menggelar kegiatan penutupan dan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dan Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang. Acara pelepasan ini berlangsung dengan khidmat di Gedung Wanita Betelalenok Atambua pada Selasa, (4/8/2026).
Penarikan ini menandai berakhirnya masa pengabdian yang telah berjalan selama 50 hari di wilayah perbatasan RI-RDTL. Kolaborasi akademis dari kedua universitas ternama tersebut berhasil menuntaskan total 151 program kerja yang tersebar di tiga desa target, yaitu Desa Sadi (Kecamatan Tasifeto Timur), serta Desa Tulakadi dan Desa Dualaus (Kecamatan Kakuluk Mesak).

Rangkaian acara diawali dengan presentasi hasil pelaksanaan KKN-PPM Kolaborasi UGM-Undana oleh Koordinator KKN-PPM bersama perwakilan mahasiswa dari masing-masing desa. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan dokumen penting berupa laporan hasil KKN-PPM serta dokumen masterplan desa kepada Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST.
Koordinator Wilayah (Korwil) KKN NTT, Prof. Ambar Kusumandari, dalam sambutannya memuji daya tarik dan keunikan strategis yang dimiliki oleh wilayah Atambua sebagai beranda negara.
“Sangat luar biasa adik-adik mahasiswa KKN-PPM UGM maupun dari Undana yang telah memilih lokasi ini. Di NTT kami menerjunkan mahasiswa di 11 lokasi: 3 unit di Sumba, 5 unit di Flores, 1 unit di Alor, 1 unit di Rote, dan Atambua adalah salah satunya,” ujar Prof. Ambar.

Beliau menjelaskan bahwa program kerja yang dirancang tidak sekadar dipindahkan dari ruang kampus, melainkan disusun melalui berdasarkan pemetaan potensi, penelusuran masalah, serta keinginan riil masyarakat setempat. Penyusunan program tersebut menerapkan model berkreasi bersama antara mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), masyarakat, hingga aparatur pemerintah di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten melalui sistem pembiayaan bersama.
“Terima kasih atas kerja samanya. Hasil yang telah dicapai oleh adik-adik ini kami titipkan kepada Bapak/Ibu sekalian, termasuk seluruh perangkat yang ada untuk menindaklanjuti, sehingga pembangunan di Kabupaten Belu, khususnya di tiga desa tadi, akan bergerak lebih cepat daripada desa-desa yang lain,” tambah Prof. Ambar, sembari berharap hasil riset ini menjadi pemantik program berkelanjutan bagi Pemkab Belu.
Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Undana Kupang, Dr. Ir. Alfred Dima, menyebutkan bahwa 63 mahasiswa yang diterjunkan telah mendapatkan ruang pembelajaran nyata selama 50 hari. Menurutnya, problematika di kawasan perbatasan Pulau Timor tidak dapat diatasi oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama multipihak.

“KKN boleh berakhir, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti. Kolaborasi boleh dimulai dari tiga desa ini, tapi dampaknya harus menjangkau masa depan perbatasan Pulau Timor, khususnya Kabupaten Belu,” tegas Dr. Alfred.
Ia menambahkan bahwa Undana saat ini tengah menjangkau tujuh kabupaten di NTT melalui program hibah dana pengabdian yang direncanakan berjalan selama lima tahun ke depan.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UGM dan Undana yang telah melaksanakan program pengabdiannya di Kabupaten Belu. Menurutnya, para mahasiswa telah membawa energi baru, gagasan inovatif dan kontribusi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia memuji hasil kerja mahasiswa yang luar biasa, khususnya dalam menyusun profil dan masterplan desa.
Lebih lanjut, Wabup Vicente menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta para kepala desa terkait untuk segera membaca, membedah serta menindaklanjuti laporan hasil kerja mahasiswa.
“Laporan ini harus dijadikan pedoman dan dikembangkan agar berdampak langsung pada kebutuhan riil masyarakat di desa,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Wakil Bupati Belu mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh mahasiswa di wilayah perbatasan. Beliau berharap pengalaman berharga ini dapat memperluas wawasan sosial mereka dalam membangun semangat pengabdian bagi bangsa dan negara.
Turut hadir dalam acara penutupan ini jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu, Wakil Komandan (Wadan) Satgas Pamtas RI-RDTL, Kepala Staf Kodim (Kasdim), serta Kepala Desa Tulakadi, Desa Sadi, dan Desa Dualaus.
Acara kemudian ditutup secara resmi dengan prosesi penarikan mahasiswa dari Pemkab Belu kepada pihak universitas, penyerahan cenderamata. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan dokumen keberlanjutan KKN-PPM UGM di Kabupaten Belu oleh Kepala BP4D Kabupaten Belu bersama Korwil KKN NTT, dengan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Belu.
