POBSI NTT Gelar Rakerprov di Belu, Perkuat Pembinaan Atlet dan Siapkan Turnamen Biliar
Atambua – Sebagai momentum strategis dalam menyusun arah kebijakan, program kerja, serta langkah-langkah pembinaan atlet biliar di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama lima tahun ke depan, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Masa Bakti 2026–2030. Kegiatan ini mengusung tema “Biliar NTT Menuju Olahraga Prestasi”, dan bertempat di Aula Betelalenok Atambua pada Senin (20/7/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belu – Aloysius Mikhael Fahik, S. STP mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan seluruh cabang olahraga, termasuk olahraga biliar, sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang berprestasi dan produktif.
“Pemerintah Kabupaten Belu mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah memercayai Kabupaten Belu sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini. Kehadiran acara seperti ini sangat berarti bagi daerah karena mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memperkenalkan Atambua sebagai kota tujuan berbagai kegiatan olahraga dan seni,” ujar Aloysius.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Belu saat ini tengah menyusun Calendar of Event sebagai agenda tahunan yang menghadirkan berbagai kegiatan seni, budaya, maupun olahraga. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat dari luar daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami ingin Atambua terus ramai dengan berbagai kegiatan. Semakin banyak tamu yang datang, semakin besar dampak positif yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia mengapresiasi Pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Belu yang terus berupaya mengembangkan olahraga biliar di daerah. Menurutnya, olahraga biliar memiliki sejarah panjang di Kabupaten Belu dan hingga kini masih diminati berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Dirinya berharap POBSI Kabupaten Belu terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar bakat-bakat muda dapat berkembang secara optimal.
“Banyak anak muda kita memiliki kemampuan yang luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah wadah pembinaan dan kesempatan untuk terus berlatih serta mengikuti kompetisi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif bagi generasi muda agar mereka memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, disiplin, sportivitas, dan karakter.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya menghabiskan waktu dengan telepon genggam atau aktivitas yang kurang produktif. Melalui olahraga, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, disiplin, dan berprestasi,” tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) NTT – Yoseph Pito Atu mengatakan bahwa kepengurusan POBSI Provinsi NTT yang baru dilantik pada akhir Mei 2026 menjadi tonggak kebangkitan organisasi setelah vakum selama kurang lebih 5 tahun.
“Kepengurusan POBSI NTT yang baru bersama empat kabupaten/kota resmi dilantik pada akhir Mei lalu. Oleh Karenanya ini menjadi momentum kebangkitan POBSI di Nusa Tenggara Timur setelah cukup lama tidak aktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Belu dipilih sebagai tuan rumah Raker bukan tanpa alasan. Selain merupakan salah satu daerah yang aktif mengembangkan olahraga biliar, karena itu Belu juga memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.
“Setelah pelantikan di Kota Kupang, kami sepakat memilih Kabupaten Belu sebagai tuan rumah Raker karena Belu merupakan salah satu daerah yang aktif mengembangkan olahraga biliar. Selain itu, Belu memiliki posisi strategis sebagai gerbang perbatasan negara yang sangat potensial menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai event olahraga berskala regional maupun nasional,” jelasnya.
Menurutnya olahraga biliar harus dipandang sebagai cabang olahraga prestasi, bukan sekadar permainan rekreasi atau hiburan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, olahraga ini diyakini mampu melahirkan atlet-atlet yang mengharumkan nama daerah.
“Kami berharap olahraga biliar tidak lagi dipandang hanya sebagai hiburan semata, tetapi sebagai cabang olahraga yang mampu menghasilkan prestasi bagi Kabupaten Belu maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Raker dan kejuaraan yang digelar bukan hanya untuk mencari atlet terbaik, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi, membangun persaudaraan, serta memperkuat sinergi antar pengurus POBSI di seluruh kabupaten/kota.
Dalam kesempatan tersebut, Yoseph juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Belu agar terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet.
Di akhir sambutannya, Yoseph mengajak seluruh pihak menjadikan olahraga biliar sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda.

“Mari kita jadikan olahraga biliar sebagai sarana positif bagi generasi muda untuk meraih prestasi sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai pengaruh negatif. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, saya yakin olahraga biliar di Nusa Tenggara Timur akan terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tutupnya.
Berdasarkan Rakerprov POBSI NTT yang berlangsung di Aula Betelalenok Atambua,
Tournamen Biliar akan dibuka secara resmi pada 21 Juli 2026 di Pelataran Mall Pelayanan Publik Timor Atambua.
