Harmoni Lintas Batas Menggema di Atambua, Paduan Suara dan Tari Kreasi Meriahkan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026
Atambua – Rangkaian Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 bertema “Explore the Border, Feel the Wonder” di Kabupaten Belu berlangsung meriah. Pada Jumat malam (7/8/2026), digelar Lomba Paduan Suara Rohani serta Lomba Tari Kreasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah digelar depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Timor Atambua.
Lomba Paduan Suara Rohani yang memperebutkan Piala Menteri Pariwisata diikuti lima kelompok paduan suara, yaitu Paduan Suara Keuskupan Agung Dili dan Paduan Suara Keuskupan Baucau dari Timor-Leste, Paduan Suara Dekenat Malaka, Paduan Suara Dekenat Kefamenanu, serta Paduan Suara Dekenat Belu Utara.
Penampilan para peserta dinilai oleh tiga dewan juri dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, yakni Paskalis Romi Langu, dosen Program Studi Pendidikan Musik; Stanislaus Sanga Tolan, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Pendidikan Musik; dan Yohanes Don Bosco Bakok, staf pengajar musik Program Studi Pendidikan Musik UNWIRA Kupang.

Setelah melalui proses penilaian, Paduan Suara Dekenat Belu Utara berhasil meraih Juara I, disusul Paduan Suara Keuskupan Agung Dili sebagai Juara II. Juara III diraih Paduan Suara Dekenat Kefamenanu, Juara IV Paduan Suara Dekenat Malaka, dan Juara V diraih Paduan Suara Keuskupan Baucau dari Timor-Leste.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Bank Indonesia yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Belu dalam menyelenggarakan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujarnya.
Januaria mengatakan bahwa lomba tersebut bukan semata-mata untuk memperebutkan juara, melainkan kesempatan bagi para peserta untuk mempersembahkan bakat dan talenta yang diberikan Tuhan melalui seni musik.
“Bukan juara yang kita kejar, melainkan bagaimana kita memuliakan nama Tuhan di panggung ini pada kesempatan malam hari ini,” ungkapnya.

Usai Lomba Paduan Suara Rohani, kemeriahan dilanjutkan dengan Lomba Tari Kreasi CBP Rupiah yang menampilkan kreativitas para pelajar SMA/SMK sederajat di Kota Atambua. Para peserta menyajikan berbagai kreasi tari yang memadukan unsur seni dan budaya dengan pesan edukasi tentang Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.
Kehadiran peserta dari Timor-Leste dalam lomba paduan suara turut memberikan nuansa persaudaraan dan kebersamaan lintas negara, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, melainkan juga ruang perjumpaan budaya dan kreativitas antarmasyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Belu, perwakilan Timor-Leste, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta masyarakat yang menyaksikan langsung kemeriahan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 semakin memperkuat semangat “Explore the Border, Feel the Wonder”, sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya Kabupaten Belu serta mempererat hubungan persahabatan masyarakat Indonesia dan Timor-Leste di kawasan perbatasan.
