Evaluasi Festival Fulan Fehan IV, Pemkab Belu Bidik Peningkatan Manajemen Event dan Budaya
Atambua – Pemerintah Kabupaten Belu menggelar rapat evaluasi terkait pelaksanaan Festival Fulan Fehan IV yang baru saja usai. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH di Ruang Kerja Bupati Belu pada Senin, (29/6/2026). Rapat dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur RSUD MGR. Gabriel Manek, SVD, serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) terkait. Evaluasi ini diselenggarakan untuk mengapresiasi kerja keras seluruh pihak sekaligus merancang keberlanjutan festival di masa depan.
Dalam arahannya, Bupati Belu menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian serta Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Festival Fulan Fehan dinilai sukses luar biasa karena seluruh rangkaian acara dikelola secara mandiri oleh ASN Kabupaten Belu tanpa menggunakan jasa Event Organizer (EO) profesional.

“Pak Mendagri Tito Karnavian sampai angkat topi untuk seluruh kerja keras dan kebersamaan kita. Beliau bahkan menyebut acara ini sudah bukan kelas provinsi lagi, melainkan kelas nasional,” ujar Bupati menirukan pujian dari Mendagri.
Kesuksesan ini terlihat dari tingginya antusiasme tamu undangan, termasuk perwakilan internasional seperti Menteri Muda Pariwisata Timor Leste, Sergio, dan Walikota Darwin, Australia, yang turut menikmati keindahan budaya yang disuguhkan.

Meski meraih kesuksesan besar, Bupati Belu menyampaikan beberapa catatan penting dalam evaluasinya untuk penyempurnaan festival di masa mendatang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah manajemen acara. Ke depan, perlu dipertegas perbedaan konsep antara pergelaran busana (fashion show) yang melibatkan guru dan orang tua murid dengan peragaan busana kreasi desainer profesional agar ritme acara berjalan lebih tertata.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pemanfaatan atraksi budaya lokal, seperti optimalisasi keterlibatan pasukan berkuda, yang pada pagelaran kali ini sempat terkendala kepastian jadwal.

Melihat potensi besar ini, Mendagri Tito Karnavian menitipkan pesan agar Festival Fulan Fehan segera dipatenkan melalui Peraturan Daerah (Perda) agar resmi masuk ke dalam kalender agenda nasional. Walikota Darwin juga telah berkomitmen untuk membawa langsung tim kesenian Aborigin untuk ikut memeriahkan pelaksanaan festival pada tahun depan.
Di akhir arahannya, Bupati menekankan bahwa kesuksesan Festival Fulan Fehan adalah buah dari kekuatan kerja sama, gotong royong, dan kecintaan masyarakat Belu terhadap budayanya sendiri. Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena pun menyatakan kesiapannya untuk ikut menyokong pembiayaan festival ini di masa yang akan datang.
