Festival Fulan Fehan ke-4 Tahun 2026 Resmi Dibuka, Mendagri Puji Kekayaan Budaya Rai Belu
BELU – Festival Fulan Fehan (FFF) ke-4 tahun 2026 resmi dibuka, di Padang Sabana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu ( 27/06/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D bersama Ketua Umum TP PKK, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH bersama Ketua Umum TP. PKK Kabupaten Belu, Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST bersama Ibu, serta jajaran pejabat tinggi dari dalam dan luar negeri.
Rangkaian acara dimulai tepat pukul 11.00 WITA saat rombongan menteri dan tamu undangan tiba di lokasi festival. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Belu melalui upacara penerimaan secara adat yang sakral pada pukul 11.40 WITA.

Dalam sambutannya sebelum membuka festival secara resmi, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan kekaguman yang luar biasa terhadap kekayaan alam dan budaya Kabupaten Belu, khususnya kain tenun NTT. Menurutnya, tenun Belu merupakan warisan yang lahir dari sejarah ribuan tahun silam dan terus dijaga dari generasi ke generasi.
“Pakaian dan kain tenun yang diperlihatkan kepada kami kemarin, saya yakin akan membuat iri para desainer dunia. Ini tidak dibuat begitu saja, tapi lahir dari ribuan tahun lalu, turun-temurun, dan makin indah dari waktu ke waktu,” puji Mendagri.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Belu beserta istri, Gubernur NTT, dan seluruh pihak yang konsisten mempertahankan kekayaan seni budaya tersebut.
Berbeda dengan berbagai pertunjukan kolosal modern yang biasa digelar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, atau Surabaya, Mendagri menyoroti keunikan Festival Fulan Fehan yang menyatu langsung dengan alam.

“Hari ini kita menyaksikan acara kolosal di satu tempat yang bukan dibangun oleh manusia. Di padang rumput sabana yang indah ini, berbukit-bukit, dan di sekitarnya ada Gunung Lakaan yang megah. Udara yang indah ini bukan buatan manusia, melainkan Tuhan Yang Maha Kuasa memberikannya untuk masyarakat Belu, NTT, dan Indonesia,” ungkapnya penuh kagum.
Festival tahun ini mengangkat tema “Menari untuk Persahabatan” (Dance for Friendship), yang menyatukan tarian khas dari 4 suku di Kabupaten Belu menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nuansa persahabatan ini semakin kental dengan kehadiran delegasi dari negara tetangga Timor Leste dan kota Darwin, Australia.
Mendagri menegaskan bahwa perbedaan bahasa, tarian, dan budaya ini tetap berada di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menjadi jembatan persahabatan antaranegara. Di akhir sambutannya, Mendagri resmi membuka festival dan berharap acara tahun depan dapat digelar lebih meriah lagi.
“Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, dan bismillahirrahmanirrahim, Festival Fulan Fehan ke-4 tahun 2026 saya nyatakan resmi dibuka,” ucap Mendagri disambut tepuk tangan riuh.

Usai upacara pembukaan, penonton disuguhkan dengan penampilan memukau Tarian Likurai Kolosal hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Belu dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Tebe bersama dan foto bersama yang diatur oleh protokol.
Sementara itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan penghormatan yang luar biasa atas kehadiran Mendagri, Wamendagri, beserta rombongan kementerian dan delegasi internasional.
“Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada semua pejabat dari Timor Leste, Darwin, dan Pemerintah Pusat yang telah berkenan hadir di Festival Fulan Fehan ini,” kata Bupati Willy Lay.
Secara khusus, Bupati Belu juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada para orang tua di Belu yang telah merelakan dan mendukung anak-anak mereka untuk berlatih hingga bisa tampil memukau dalam festival kebanggaan ini.
Festival berskala internasional ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya:
Gubernur NTT bersama istri
Perwakilan Presiden Timor Leste dan Menteri Muda Timor Leste,
Walikota Darwin, Australia
Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pariwisata RI
Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, Rektor ISI Surakarta dan Wakil Rektor 1 IPDN,
Perwakilan Perguruan Tinggi di Indonesia,
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama istri,
Perwakilan Badan Perhubungan Provinsi NTT,
Pimpinan Bank NTT dan Pimpinan BNI Wilayah Kupang,
Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Belu,
Jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi wanita, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan masyarakat Rai Belu yang memadati lokasi.
