Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Pemkab Belu Dorong Pembentukan Karakter Generasi Muda Melalui Literasi
Atambua,– Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Sederajat se-Kabupaten Belu Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas, Berkarakter dan Berbudaya Melalui Literasi” ini berlangsung selama tiga hari, yakni 26 – 28 Agustus 2026, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Belu yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Drs. Nikolaus U. K. Birri, MM.

Kepala Bidang Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca sekaligus Ketua Panitia, Fransiskus Xav. Lako, ST, dalam laporannya menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk melatih siswa mengungkapkan cerita secara lisan dengan menarik, jelas, dan ekspresif.
“Lomba ini bertujuan mengenalkan anak-anak pada pentingnya seni bertutur sebagai bagian dari budaya lisan yang memperkaya keterampilan komunikasi. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melestarikan cerita tradisional dan budaya lokal yang kaya akan nilai moral serta kearifan lokal,” jelas Fransiskus.
Disampaikan pula, peserta wajib membawakan cerita kepahlawanan atau legenda rakyat asli Kabupaten Belu, baik yang sudah dipublikasikan maupun belum. Tahun ini, panitia menetapkan dua pilihan cerita, yaitu Suri Ikun dan Bui Ikun. Kedua kisah ini dipilih karena mengandung nilai pendidikan karakter, seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan cinta damai.

Lanjutnya, perhelatan tahun ini diikuti oleh 75 peserta. Mereka adalah siswa-siswi kelas 4 dan 5 dari 22 Sekolah Dasar (SD) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI), baik negeri maupun swasta, di Kabupaten Belu. Agar acara berjalan lancar, penampilan dibagi menjadi tiga sesi, dengan 25 peserta yang tampil setiap hari. Setiap peserta diberi waktu tampil paling lama 15 menit menggunakan bahasa Indonesia. Peserta juga boleh membawa alat peraga sendiri ke atas panggung. Catatan pentingnya, alat peraga tersebut harusmendukung cerita dan bukan sebagai dekorasi panggung.
Pemenang Lomba Bertutur akan diumumkan pada hari terakhir kegiatan, yakni Jumat, 28 Agustus 2026. Panitia akan langsung menyerahkan hadiah berupa uang tunai pada hari itu. Sementara itu, piala dan sertifikat akan diserahkan pada puncak Festival Literasi Kabupaten Belu yang dijadwalkan pada bulan Oktober 2026.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Drs. Nikolaus U. K. Birri, MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. Ia menegaskan bahwa seni bertutur bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan sarana penting dalam membentuk mentalitas generasi penerus.
“Lomba bertutur ini merupakan salah satu upaya kita untuk melestarikan budaya tutur, meningkatkan kemampuan berbahasa, serta menumbuhkan karakter dan kreativitas anak-anak kita. Melalui bertutur, anak-anak tidak hanya belajar bercerita, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan, berempati, dan menghargai nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Niko Umbu saat membuka kegiatan.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar tampil penuh rasa percaya diri dan menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman belajar yang berharga dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Pembukaan ini turut dihadiri oleh pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu, peserta didik, guru pendamping, dewan juri, panitia penyelenggara, serta orang tua peserta lomba.
