Atambua — Hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste, khususnya antara masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah perbatasan, akan kembali dipererat melalui seni dan budaya. Panitia Penyelenggara Festival Fronteira 2026 secara resmi mengundang jajaran pemerintah daerah di NTT untuk berpartisipasi dalam ajang lintas batas yang mengusung tema “Pertukaran Budaya untuk Penguatan Rekonsiliasi”.
Festival ini diinisiasi oleh Tim Pengarah (Steering Committee) lintas kementerian Timor Leste. Di antaranya adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga, Seni dan Budaya; Sekretaris Negara Urusan Seni dan Budaya; Kantor Perdana Menteri Urusan Perbatasan Darat dan Laut; serta Kementerian Administrasi Negara yang bekerja sama dengan Centro Nacional Chega! I.P. (CNC).

Agenda utama festival ini bertujuan untuk mempromosikan budaya dialog antar-generasi masyarakat Timor Leste dan Indonesia. Serangkaian acara besar telah disiapkan, meliputi:
- Upacara Adat: Pembukaan resmi dan ritual adat Fataluku.
- Pawai Budaya: Kolaborasi pertunjukan budaya Timor Leste dan budaya NTT.
- Pameran Dagang: Eksibisi kain tekstil tradisional/Tais serta produk UMKM unggulan kedua negara.
- Seni & Edukasi: Art performance, serta seminar dan dialog khusus mengenai rekonsiliasi.
Bupati lospalo, Melio De Jesus, menegaskan bahwa kehadiran para pemimpin daerah dari NTT sangat dinantikan untuk menyukseskan agenda penting ini.
“Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak Bupati beserta jajarannya di Pantas Kom, Lautem, pada tanggal 22 Oktober 2026. Partisipasi dari wilayah NTT akan menjadi kehormatan besar sekaligus simbol nyata persahabatan kedua negara, khususnya hubungan emosional yang erat antara Timor Leste dan NTT,” ujar Hugo.

Sebagai langkah tindak lanjut, Panitia Penyelenggara mengirimkan Tim Advance ke Kupang pada 5 hingga 8 Oktober 2026. Tim ini bertugas untuk melakukan koordinasi teknis terkait persiapan kepesertaan dan pengondisian acara. Surat tugas koordinasi delegasi ini juga difasilitasi langsung oleh pihak Konsulat Jenderal RDTL di Kupang.
Pihak panitia berharap pemerintah daerah setempat dapat meluangkan waktu untuk menerima kunjungan tim teknis tersebut.
Menanggapi rencana besar ini, Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati saat menerima audiensi panitia di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).
Selain memberikan dukungan moral, orang nomor satu di Kabupaten Belu ini juga memastikan diri akan hadir langsung dalam acara tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi daerah. Jika tidak ada aral melintang, saya akan hadir langsung di lokasi acara,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) Kabupaten Belu serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu.
