Wujudkan Generasi Cerdas dan Bebas Stunting, Pemkab Belu Luncurkan Gerakan Minum Susu Anak PAUD
ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten Belu secara resmi meluncurkan Gerakan Minum Susu bagi Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Se-Kabupaten Belu pada Senin, (7/9/2026). Acara peluncuran yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor Atambua.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Belu, Romualdus T.J. Jossetiyawan Manek, S.Pt. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Pokja Bunda PAUD, beserta jajaran, Camat dan Lurah dari tiga kecamatan wilayah kota (Kota Atambua, Atambua Barat, dan Atambua Selatan). Hadir pula para Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan, perwakilan orang tua, unsur Perangkat Daerah terkait, serta lembaga mitra dari Yayasan Karunia Pengembangan Anak (YKPA).
Mengusung tema “Bersama Wujudkan Anak PAUD Kabupaten Belu yang Sehat, Cerdas, Aktif, dan Berkualitas”, gerakan ini diinisiasi untuk membangun kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak sejak dini sekaligus mendorong pembiasaan pola hidup sehat lewat minum susu bersama.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Gerakan Minum Susu Bagi Anak PAUD, Jantje Pietersz, menekankan bahwa masa usia dini merupakan fase krusial dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) karena pertumbuhan anak berjalan sangat pesat.
“Asupan gizi yang baik memiliki peranan vital dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kesehatan, serta kesiapan anak dalam mengikuti pembelajaran. Melalui gerakan ini, kami berharap dapat mengedukasi anak-anak sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang,” ujar Jantje.
Jantje menambahkan bahwa aksi peluncuran ini melibatkan perwakilan anak-anak PAUD (masing-masing 5 orang dari 18 PAUD) serta para guru dan pengelola dari 53 PAUD yang tersebar di 3 kecamatan dalam kota, dengan rincian 19 PAUD di Kecamatan Kota Atambua, 16 PAUD di Atambua Barat, dan 18 PAUD di Atambua Selatan. Pasca peluncuran hari ini, pemberian susu gratis bagi anak PAUD akan dilaksanakan secara serentak di seluruh satuan PAUD Kabupaten Belu setiap hari Senin selama 6 bulan ke depan dengan frekuensi satu kali seminggu.
Mewakili Bupati Belu, Kepala Dinsos PMD Kabupaten Belu, Romualdus T.J. Jossetiyawan Manek, S.Pt, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam pemenuhan hak anak di bawah usia 6 tahun sebelum memasuki sekolah dasar. Beliau juga berpesan kepada para camat dan lurah agar wajib mengalokasikan program untuk anak-anak sejak tahap perencanaan dan penganggaran.
“Anak-anak adalah tonggak utama dan fondasi masa depan bangsa. Keberhasilan kita sebagai orang tua atau pembina terlihat apabila anak-anak kita nanti mampu menyamai atau bahkan melebihi pencapaian kita saat ini,” tegas Romualdus.

Lebih lanjut, Romualdus memaparkan tiga manfaat utama dari program gerakan minum susu ini. Disampaikan pula, Susu menjadi sumber protein hewani dan kalsium yang krusial untuk kekuatan tulang dan perkembangan fisik anak agar terhindar dari kekerdilan (stunting). Selain itu, dapat mempersiapkan fisik anak sejak dini agar tinggi dan berat badannya ideal, sehingga masa depan mereka terbuka lebar jika kelak ingin mengabdi menjadi TNI atau Polri.
Di akhir sambutannya, Romualdus juga mengharapkan adanya kolaborasi menu dari Dinas Pendidikan demi mengombinasikan konsumsi susu dengan makanan sehat lain seperti telur dan buah. Ia juga menekankan pentingnya edukasi gizi secara kontinu dari para guru serta peran vital dari orang tua.
“Anak-anak berada di sekolah tidak sampai 8 jam, artinya sepertiga waktu mereka. Sisa waktunya berada di rumah. Oleh karena itu, keterlibatan dan peran orang tua di rumah sangatlah vital dalam mengontrol asupan gizi anak,” tutupnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran resmi (launching) dan aksi minum susu bersama oleh seluruh anak PAUD yang hadir, dengan didampingi para pejabat dan Bunda PAUD.
