Kolaborasi untuk Anak dan Keluarga TPBM WVI Perkuat Perencanaan Pembangunan di Belu.
Atambua – Dalam memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan komitmen bersama para pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah perbatasan, Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar Pertemuan Lintas Sektor Tinjauan dan Perencanaan Bersama Masyarakat (TPBM). Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu – Stefanus B. Mau Taek, S.T di Aula Hotel Setia Atambua pada Rabu (29/7/26).
Kegiatan TPBM ini bertujuan untuk meninjau capaian pelaksanaan program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, serta menyusun perencanaan bersama sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga.
Sekretaris BP4D Kabupaten Belu – Stefanus B. Mau Taek, S.T., menyampaikan apresiasi kepada Wahana Visi Indonesia atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah. Kehadiran seluruh peserta menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui koordinasi yang solid, sinergi yang kuat, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus perencanaan pembangunan. Melalui proses tersebut, pemerintah dapat mengukur tingkat pencapaian program dan kegiatan, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta menyusun langkah perbaikan sebagai dasar peningkatan kualitas program pada masa mendatang.
“Kami memandang bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan maupun jumlah program yang dilaksanakan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan,” katanya.
Ia menyampaikan kepada seluruh peserta forum TPBM yang hadir agar seluruh masukan, kritik konstruktif, serta rekomendasi yang diberikan agar dapat menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat implementasi Program Wahana Visi Indonesia di Kabupaten Belu melalui rekomendasi yang aplikatif, evaluasi yang komprehensif, serta komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai wadah diskusi yang terbuka, saling berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara perangkat daerah, masyarakat, dan Wahana Visi Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam mendukung perencanaan pembangunan yang inklusif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berorientasi pada hasil,” ajaknya.

Ia berharap kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Belu dan Wahana Visi Indonesia terus diperkuat guna mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebagai Informasi dalam pertemuan tersebut, para peserta berdiskusi secara partisipatif mengenai berbagai isu prioritas pembangunan, mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, penguatan ekonomi keluarga, hingga peningkatan ketahanan masyarakat. Setiap sektor menyampaikan perkembangan program, tantangan yang dihadapi, serta rekomendasi sebagai dasar penyusunan rencana kerja yang lebih efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat daerah, perwakilan masyarakat, serta Wahana Visi Indonesia (WVI) yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Belu dalam mendukung berbagai program pembangunan berbasis masyarakat.
