Semarak HUT ke-110 Kota Atambua, Ratusan Anak Meriahkan Lomba Mewarnai
ATAMBUA -Pemerintah Kabupaten Belu menggelar Lomba Mewarnai di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor Atambua, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kota Atambua. Kegiatan yang diikuti ratusan anak usia PAUD hingga SD/MI ini berlangsung dengan suasana meriah dan penuh semangat.
Kegiatan yang digelar pada Jumat, 16 Oktober 2026, ini diikuti oleh 413 peserta yang terdiri atas 250 anak PAUD/TK dan 163 siswa SD/MI kelas 1-3. Pendaftaran lomba ini gratis dan dilakukan melalui Google Form yang dibagikan oleh panitia.

Antusiasme orang tua dan anak-anak terlihat sejak sore hari. Peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum lomba dimulai, yakni pada pukul 15.30 WITA, dengan membawa meja gambar dan alat mewarnai masing-masing.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal – Jantje Pieter Matulessy, S.T., saat ditemui di sela kegiatan menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dan kemandirian anak sejak usia dini.
“Lomba ini bukan sekadar memeriahkan HUT ke-110 Kota Atambua. Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai kecintaan anak-anak terhadap tanah air, khususnya Kota Atambua. Kita mecapai itu melalui ajang yang menyenangkan bagi anak, yakni lomba mewarnai. Dari mewarnai, mereka belajar mencintai kotanya,” ujar Kabid Paud dan PNF.

Ia menambahkan, lomba ini dibagi dalam dua kategori, PAUD dan SD kelas 1-3. Untuk peralatan, peserta wajib membawa meja gambar masing-masing. Alat mewarnai yang diperbolehkan hanya krayon atau pensil warna standar. Penggunaan spidol, cat minyak, cat air, pilox dan glitter itu di larang demi menjaga keadilan penilaian. Selain itu, kertas gambar berukuran A4 disediakan langsung oleh panitia di lokasi, dengan durasi pengerjaan selama 120 menit atau 2 jam.
“Aturan tambahannya, peserta tidak diperkenankan meninggalkan area lomba selama pengerjaan kecuali atas izin panitia. Kami tegaskan bahwa orang tua atau pendamping tidak boleh membantu di dalam area lomba. Cukup mendampingi dari pinggir lokasi untuk melatih kemandirian anak,” tegasnya.
Diakhir wawancara, Ia menjelaskan bahwa melalui warna-warni yang digoreskan anak-anak, diharapkan tumbuh rasa memiliki, bangga, dan cinta terhadap Kota Atambua. Hal ini karena mereka merupakan generasi penerus kota ini.
Lomba berlangsung tertib dan meriah hingga selesai. Melalui kegiatan ini, kreativitas anak-anak Atambua diharapkan semakin terasah sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Kota yang kini berusia 110 tahun tersebut.
