ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten Belu menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Belu di Halaman Kantor Bupati Belu pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda Untuk Indonesia” ini dimulai tepat pukul 08.00 WITA dan berlangsung khidmat.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., sedangkan Kepala Bidang Kepemudaan pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Belu bertugas sebagai Pemimpin Upacara.

Nuansa Keberagaman Upacara tahun ini tampil beda dan semarak dengan kewajiban mengenakan pakaian adat bagi sebagian besar peserta dan undangan. Inspektur dan Pemimpin Upacara tampak berwibawa mengenakan pakaian adat lengkap dengan destar (ikat kepala khas). Nuansa serupa juga terlihat pada jajaran Asisten Sekda Belu, Staf Ahli, Kepala Badan, Dinas, Kantor, Bagian, kepala sekolah, serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kompak mengenakan pakaian adat berdestar.
Tamu undangan dari unsur FORKOPIMDA mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing, sedangkan pimpinan BUMN/BUMD mengenakan pakaian adat Belu. Sementara itu ketentuan busana untuk organisasi wanita dan organisasi kemasyarakatan berupa kebaya nasional hingga pakaian seragam yang dipadukan dengan selendang Tais khas NTT.

Petugas upacara pun menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Pengibaran bendera dilaksanakan oleh purna Paskibraka tahun 2026, pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 dibawakan oleh siswa SMK Cartintes Atambua, dan pembacaan doa dipimpin oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Belu.
Barisan peserta upacara diisi oleh Satpol PP, ASN dari berbagai dinas dan badan, para guru serta pelajar SMA/SMK.
Di panggung undangan, hadir pula FORKOPIMDA Kabupaten Belu, Asisten Sekda Belu, para pimpinan OPD, pimpinan instansi vertikal, serta pimpinan organisasi wanita.
Usai pelaksanaan upacara, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, S.T., memberikan keterangan pers kepada media. Beliau mengajak seluruh elemen pemuda untuk merefleksikan kembali semangat persatuan luar biasa yang pernah dideklarasikan oleh para pemuda pada tahun 1928 demi kemerdekaan Indonesia.
“Hari ini, seperti yang diterangkan oleh Bapak Menteri, pemuda harus menjadi seorang patriotik dan nasionalis. Bagaimana kita mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, itu artinya kita melanjutkan perjuangan pemuda di tahun 1928,” ujar Wabub Vicente.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya peran pemuda dalam menyukseskan program strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden, yang berfokus pada tiga pilar utama: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan nasional.
“Untuk sektor ketahanan pangan, saya mengajak seluruh pemuda di Kabupaten Belu untuk bangkit dan bergerak bersama. Mari kita berjuang memberikan kontribusi nyata guna meningkatkan kekuatan ketahanan pangan di Kabupaten Belu demi mewujudkan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
