Empat Dekade Melayani, Uskup Atambua Pimpin Misa Syukur 40 Tahun Imamat Rm. Benyamin Seran, Pr
ATAMBUA – Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti Halaman SMA Katolik Suria Atambua pada Senin (26/10/2026). Ribuan umat, biarawan-biarawati, serta jajaran pejabat daerah menghadiri Perayaan Ekaristi Syukur Pancawindu (40 Tahun) Imamat Romo Benyamin Seran, Pr.
Acara diawali pada pukul 08.00 WITA dengan penjemputan Yang Mulia Bapak Uskup Atambua, yubilaris Romo Benyamin Seran, Pr, serta para undangan di Pertigaan SMA Katolik Suria Atambua. Setelah itu, perayaan dilanjutkan dengan misa syukur konselebrasi yang dimulai pukul 09.30 WITA hingga selesai.

Dengan mengusung motto tahbisan “Jadilah Padaku Menurut PerkataanMu”, Misa Kudus dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, yang didampingi oleh para imam konselebrans.
Hadir dalam perayaan ini Bupati dan Wakil Bupati Malaka bersama rombongan, Anggota DPRD Provinsi NTT, Anggota DPRD Kabupaten Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU), pimpinan perangkat daerah, para guru serta keluarga besar SMA Katolik Suria Atambua, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Belu/Staf Ahli TP PKK Kabupaten Belu, dan Ketua Badan Pengurus Pusat PERDHAKI. Sementara itu, Bupati Belu diwakili oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadis Perindagind) Kabupaten Belu.

Dalam sambutan tertulis Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., yang dibacakan oleh Kadis Perindagind Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, S.T., Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Belu menyampaikan ucapan selamat berbahagia kepada Romo Benyamin Seran.

“Empat puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Di dalamnya terdapat sukacita, tantangan, pengorbanan, pergulatan, namun juga tentang rahmat Tuhan yang selalu memberkati. Peran para imam dan lembaga pendidikan sangatlah penting dalam membangun manusia,” ungkap Bupati Belu dalam naskah tertulisnya.
Bupati Belu juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk menjadikan momentum ini sebagai inspirasi dalam mendidik anak-anak dengan kasih, kesabaran, disiplin, kreativitas, serta keteladanan iman demi masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 40 tahun imamat adalah sebuah rahmat waktu yang luar biasa dari Tuhan. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terus mendukung pelayanan sang yubilaris.

“Terima kasih atas seluruh pelayanan Romo Benyamin. Terima kasih juga kepada orang tua, para guru, dan siswa-siswi yang selalu setia mendukung. Terima kasih secara khusus kepada Mama Afra bersama keluarga yang terus-menerus mendoakan Romo dalam menjalani panggilan suci ini,” ujar Mgr. Dominikus.
Lebih lanjut, Mgr. Dominikus mengingatkan umat akan pentingnya mendoakan para imam. Menurutnya, hal yang sering kali kurang diberikan umat kepada para imam adalah topangan doa.
“Mari kita kembali mendoakan para imam kita. Tuhan Yesus hanya membutuhkan doa kita, agar kita yang berdoa pun ikut diselamatkan melalui karya pelayanan mereka,” pesan Uskup Atambua mengakhiri sambutannya.
Acara perayaan syukur pancawindu imamat ini dilanjutkan dengan dengan penyerahan tanda kasih oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr kepada yubilaris, Romo Benyamin Seran, Pr, lalu ditutup dengan ramah tamah bersama seluruh undangan dan umat di halaman sekolah.
