Bersama Masyarakat Adat dan Warga Transmigrasi, Tim Patriot ITS Pulihkan Harapan Air Bersih di Belu
Tasifeto Timur – Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Salah satu wujud nyatanya adalah sinergi bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Transmigrsi RI, Institut Teknologi Sepuluh November ( ITS) melalui Direktorat Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran. Sinergi ini diwujudkan dalam kegiatan Penanaman Pohon dan Persmian Revitalisasi Jaringan Air Bersih di Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendukung keberlanjutan sumber daya air, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan akses masyarakat Desa Dafala terhadap air bersih. Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, masyarakat, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pembangunan berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi Tasifeto – Mandeu.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP 24) ITS, Prof. Ir. Idaa Warmadewanthi, ST, MT, PhD, IPU, menjelaskan bahwa program yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi RI pada tahun 2026 ini menugaskan timnya di Kabupaten Belu, NTT. Fokus utama mereka di Desa Dafala berpusat pada pemenuhan ketersediaan air bagi warga transmigrasi.
“Kami berkerja sama dengan masyarakat, melibatkan kepala suku , serta warga transmigrasi di Sanabibi. Tim kami telah memperbaiki jaringan pipa sepanjang kurang lebih 5 kilometer untuk menyalurkan air langsung ke pemukiman,” ujar Prof. Idaa.
Ia juga berharap fasilitas ini dapat dirawat dengan baik oleh warga.
“Hari ini kami mengajak anak – anak di sekitar lokasi untuk bersama-sama menjaga mata air. Ini adalah satu- satunya sumber air di kawasan Desa Dafala. Jika kawasan ini dijaga dan dilakukan reboisasi secara konsisten, debit air bagi masyarakat akan terus meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh tokoh adat setempat, Wilbrodus Saka. Ia menceritakan bahwa sejak menempati UPT Sanabibi pada tahun 2016, masyarakat Buburlaka kerap mengalami krisis air bersih. Meskipun ada bantuan pengadaan pipa ADP dari pemerintah pada tahun 2000, kebutuhan air belum terpenuhi optimal akibat penurunan debit air yang drastis.
“Tahun 2026 ini, kehadiran pemerintah bersama Tim Patriot ITS membawa perubahan besar bagi warga UPT Sanabibi. Mereka membantu memperbaiki pipa ADP, menyediakan keran air, dan membangun tanggul untuk penahan air kotor agar sumber air tidak tercemar saat musim hujan. Hari ini kami juga bergotong-royong membersihkan di sumber area mata air,” ungkap Wilibrodus. Ia menegaskan, ke depan masyarakat berkomitmen menjaga dan merawat sumber air tersebut dengan melakukan penghijauan.
Senada dengan hal itu, Kepala Dusun Buburlaran, Oktaviana Kolo, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Sebelum adanya perbaikan ini, warga sering mengeluh minimnya debit air akibat maraknya kerusakan pipa dan selang yang dipotong atau dibakar oknum tidak bertanggungjawab di sepanjang jalur pipa.
“Setelah Tim Patriot melakukan perbaikan, pasokan air mengalir lancar ke tempat kami. Sekarang masyarakat dapat menikmati air bersih dengan debit yang sangat besar,” tutur Oktaviana.
