Dorong Ekonomi Perbatasan, Ketua Umum TP PKK Pusat Kunjungi Perajin Tenun Di Galeri Tenun Atambua
Atambua – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, melakukan kunjungan ke pusat Galeri Tenun Atambua, Kabupaten Belu. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan, khususnya melalui pengembangan sektor kain tenun ikat khas lokal.
Dalam rangkaian kunjungannya pada Jumat (17/4/2026), Ny. Tri Tito Karnavian yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Belu dan jajaran pengurus, menyempatkan diri meninjau NTT Mart by Dekranasda Belu.
Tri Tito Karnavian melihat langsung koleksi kain tenun yang dipajang, mulai dari tenun ikat motif Buna, Babak Tara, Maho Dikur, Manutasi hingga tenun ikat motif Lidak. Ia mengapresiasi kualitas kain tenun lokal Belu yang memiliki warna cerah dan motif rumit yang sarat akan makna budaya.

Sebagai wujud dukungan nyata terhadap UMKM Ibu-Ibu di wilayah perbatasan, Ketua Umum TP PKK membeli beberapa helai kain tenun hasil karya ibu-ibu pengrajin.
Selain meninjau hasil kerajinan, rombongan juga melihat langsung praktik pembuatan kain tenun, mulai dari proses pewarnaan benang secara tradisional hingga teknik menenun yang menjadi warisan budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian pada kesempatan itu mengatakan, Kunjungannya ke Kabupaten Belu untuk menyelaraskan dan meninjau langsung program kerja PKK serta Dekranasda di daerah.
Ia menekankan bahwa, pelestarian kebudayaan melalui kain tenun tidak bisa dipisahkan dari aspek ekonomi.
Lanjutnya, tantangan utama pengrajin saat ini adalah bagaimana menghasilkan produk yang konsisten secara mutu namun tetap mampu memenuhi permintaan pasar yang luas.

“Kami terus mendukung kain tenun karena tanpa pemasaran yang baik serta perbaikan kualitas dan kuantitas yang mumpuni, maka akan berpengaruh langsung pada upaya pelestarian kebudayaan. Tenun bukan sekadar kain, tapi identitas bangsa yang harus memiliki nilai ekonomi agar terus bertahan,” ujarnya.
Ia berharap, kerjasama antara Dekranasda Pusat dan Dekranasda Kabupaten Belu terus berlanjut dan semakin diperkuat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tenun Fatubesi Weliurai, Nofiana Henriques Fernandes mengungkapkan kegembiraannya atas apresiasi langsung yang diberikan oleh Ketua Umum TP PKK Pusat.
“Kami sangat bangga dan gembira atas kehadiran Ibu Ketua Umum TP PKK karena sudah membeli langsung hasil kerajinan kami. Ini memberikan motivasi besar bagi kami para pengrajin di perbatasan untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas produk kami,” terangnya.
Setelah melaksanakan serangkaian kegiatan intensif dan meninjau langsung program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Belu, Ketua TP PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian beserta rombongan, akhirnya bertolak kembali ke Jakarta.
