Bethesda Yakkum Belu Gandeng HIPMI, Dorong WPA dan KDS Kembangkan Usaha Ekonomi Kreatif
Atambua – Pelatihan pengembangan usaha Ekonomi Kreatif bagi Warga Peduli AIDS (WPA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) merupakan upaya pemberdayaan yang menghubungkan peningkatan keterampilan dengan kemandirian ekonomi serta inklusi sosial. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perdangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kabupaten Belu Vinsensius Kurniawan Laka. S. T., yang berlangsung di Aula Hotel Nusantara Satu Atambua, Rabu (14/10/2026).
Area Manager Bethesda Yakkum Belu, Almada Lasi, menyampaikan bahwa pelatihan kewirausahaan bagi WPA dan KDS bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi mandiri. Di sela-sela kegiatan, ia menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan edukasi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengembangkan potensi ekonomi, baik melalui usaha kelompok maupun mandiri. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu menangkap peluang usaha, mengembangkan produk, serta membangun kemandirian ekonomi.
“Selain memberikan pelatihan keterampilan dasar, kami juga berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada peserta dari empat kecamatan. Pendampingan ini bertujuan membantu peserta merencanakan pengembangan usaha, menentukan jenis usaha yang sesuai, serta mengidentifikasi potensi dan sumber daya lokal untuk dikembangkan menjadi peluang ekonomi produktif.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut, peserta mendapatkan berbagai informasi dan keterampilan dasar dalam berwirausaha. Materi yang diberikan mulai dari pengemasan produk (packaging), pengurusan perizinan usaha, hingga pemenuhan persyaratan agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas. Salah satu potensi usaha yang mulai dikembangkan oleh peserta adalah produk minuman herbal. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk menciptakan usaha dan menghasilkan produk sendiri yang memiliki nilai ekonomi serta memenuhi standar yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun jejaring dengan berbagai pihak terkait untuk mendukung proses pengembangan usaha. Hal ini termasuk dalam pengurusan perizinan usaha dan izin edar produk melalui instansi berwenang, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta perizinan lain yang sesuai dengan jenis produk yang dihasilkan.
“Saya berharap melalui pelatihan ini para peserta WPA dan KDS dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, peserta diharapkan mampu membangun jejaring usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pemasaran sehingga produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas”, harapnya.
Ketua HIPMI Belu – Mario Tanur, S.E., mengatakan kehadiran Wirausaha sangat membantu para peserta pelatihan tersebut.
“Kita sangat bersyukur karena di Kabupaten Belu masih ada pihak yang sadar akan pentingnya kewirausahaan. Oleh karena itu, saya hadir saat ini bersama komunitas sebagai fasilitator untuk mendorong dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan tersebut,” katanya.
Dirinya menambahkan bahwa wirausaha sangat bergantung pada manajemen keuangan dan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, pembagian tugas yang jelas antar-SDM sangat diperlukan agar usaha dapat berjalan lancar. Selain itu, poin paling penting bagi para peserta dalam berwirausaha adalah komitmen untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.
“Kehadiran kami disini untuk mendorong mereka dari fondasi dasar hingga memiliki manajemen yang baik dan benar”, katanya.

Dirinya berharap agar setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat berwirausaha serta menjadi pionir wirausaha muda yang menggerakkan roda ekonomi pasar di wilayah Kabupaten Belu.
Sebagai Informasi peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 4 Kecamatan yakni Kecamatan Lamaknen, Kecamatan Raihat, Kecamatan Kakuluk Mesak dan Kecamatan Atambua Selatan. Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri dari HIPMI Belu – Don Kapitan (Pengurus HIPMI Belu), yang membawa materi tentang kesadaran berwirausaha. Pemateri kedua adalah Mario Tannur, S.E.(Ketua HIPMI Belu) yang memaparkan materi mengenai Manajemen Pengorganisasian Wirausaha, keuangan , SDM, hingga rencana bisnis (Bisnis Plan).
