Atambua – Guna memperindah estetika kota dan menata ruang publik agar lebih menarik, komunitas seni Artambua menggelar aksi kreatif menggambar tembok publik bersama seniman se-daratan Pulau Timor.
Aksi yang berfokus pada pengembangan seni grafiti dan seni musik ini menjadi wadah positif bagi pemuda lokal untuk mengeksplorasi bakat mereka.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 28 hingga 29 Agustus 2026 ini berpusat di Kampung Baru, Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.
Panitia Pelaksana, Jodi Dias, menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk merangkul talenta muda yang selama ini masih kurang percaya diri agar mau menyalurkan hobi menggambar mereka di fasilitas umum. Jodi menegaskan bahwa aksi ini legal karena telah mengantongi izin resmi dari pemilik lahan, RT/RW, kelurahan, hingga kepolisian.
“Manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi para seniman untuk mengekspresikan kemampuan mereka di ruang publik. Untuk karya kali ini, kami membebaskan teman-teman berekspresi secara mandiri tanpa tema khusus, asalkan pesan yang disampaikan tidak melawan pemerintah dan tetap sesuai dengan norma yang berlaku,” ujar Jodi, Sabtu (29/8/2026).
Disampaikan pula, aksi kreatif ini mempertemukan 13 seniman muda berbakat dari berbagai wilayah di Pulau Timor, mulai dari Atambua, Malaka, Soe, hingga Kupang. Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan mampu membangun jaringan yang solid antar-komunitas seni di NTT.
Apresiasi tinggi datang dari pemerintah setempat. Lurah Berdao, Herlina Sandy Pareira, mengaku bangga melihat kreativitas pemuda di wilayahnya yang mampu mengubah fasilitas umum menjadi lebih bernilai seni.
“Saya sangat mengapresiasi anak-anak di Kampung Baru ini karena mereka memiliki wadah komunitas yang nyata. Melalui acara yang bisa dinikmati masyarakat luas ini, mereka membuktikan bahwa generasi muda saat ini adalah generasi yang kreatif, kompak, dan mampu berkolaborasi untuk membangun lingkungan bahkan kabupaten kita,” ungkap Herlina.
Herlina berharap gerakan moral dan seni dari komunitas yang baru berumur satu tahun ini terus berlanjut secara konsisten agar menjadi inspirasi bagi pemuda lain di Kabupaten Belu.
