Pemkab Belu dan Timor Leste Sepakati 8 Poin Strategi Penanggulangan HIV/AIDS
Atambua – Pemerintah Kabupaten Belu bersama sejumlah lembaga internasional dan lintas sektor menggelar pertemuan koordinasi guna memperkuat strategi pencegahan serta pengendalian HIV dan AIDS di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/08/2026) di Aula Hotel Nusantara 1 Atambua ini diinisiasi oleh CD Bethesda Yakkum, Incsida Timor Leste, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD).

Pertemuan strategis ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Drs. Nikolaus U. K. Birri, MM. Turut mendampingi dalam seremoni pembukaan tersebut Presiden Incsida Timor Leste, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, serta Koordinator CD Bethesda Yakkum Area Belu.
Dalam sambutannya, Drs. Nikolaus U. K. Birri, MM menekankan pentingnya strategi terintegrasi untuk mengendalikan penyebaran HIV/AIDS. Ia juga menyoroti perlunya evaluasi regulasi daerah terkait serta penguatan kolaborasi lintas negara demi melindungi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.
“Mengingat posisi geografis Kabupaten Belu sebagai wilayah transit internasional, mobilitas penduduk yang tinggi di sana memerlukan intervensi kesehatan dini dan terpadu bersama institusi terkait,” tegas Niko Umbu.
Merespons hal tersebut, Presiden INCSIDA Timor Leste, Daniel Marcal, mengapresiasi tanggapan positif serta ide konstruktif dari Pemerintah Kabupaten Belu. Daniel menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi awal kerja sama formal untuk melindungi masyarakat perbatasan dari ancaman HIV/AIDS.

Rapat koordinasi ini diisi dengan pemaparan materi oleh dua narasumber utama dan dipandu oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D), Stefanus B. Mau Taek, S.T.
Pemateri pertama, Presiden Incsida Timor Leste, memaparkan data serta tren kasus HIV/AIDS di Timor Leste. Sementara itu, pemateri kedua, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Bathseba Elena Corputty, MARS, menyajikan pemetaan situasi dan sebaran kasus HIV/AIDS terkini di wilayah Kabupaten Belu.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan perwakilan instansi penting dari kedua negara. Di antaranya adalah Agen Konsulat Timor Leste, perwakilan Dinas Sosial PMD, Dinas Kominfo, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Hadir pula Kepala Bagian Hukum Setda Belu, serta Direktur RSUD MGR. Gabriel Manek Atambua. Selain itu, acara ini dihadiri oleh otoritas penjaga pintu gerbang negara, meliputi Kepala Pengelolaan PLBN Motaain beserta perwakilan staf, perwakilan Imigrasi Kelas II Atambua, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Kupang, Kepala Puskesmas Silawan, KDS Moris Foun Belu, serta tim dari CD Bethesda Yakkum.
Pertemuan intensif tersebut berhasil merumuskan delapan poin kesepakatan bersama. Rencana aksi dan poin strategis lintas batas ini selanjutnya akan dibawa ke tingkat provinsi untuk dikoordinasikan dan diimplementasikan secara lebih luas.
