Atambua – Dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79 Tingkat Kabupaten Belu, Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Kopnakertrans) Kabupaten Belu berkolaborasi dengan pengurus koperasi se-Kabupaten Belu menggelar aksi sosial berupa anjangsana dan pembagian paket sembako ke sejumlah lembaga sosial di Kota Atambua.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya” dengan subtema “Melalui Gerakan Koperasi Kita Wujudkan Masyarakat Belu Yang Tangguh, Mandiri, dan Sejahtera”.
Pantauan media, titik pertama yang dikunjungi adalah Pusat Rehabilitasi Hidup Baru Onoboi, yang juga dikenal sebagai Panti Asuhan Susteran Hidup Baru Atambua di Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.
Kepala Dinas Kopnakertrans Kabupaten Belu, Petrus Alkantara Tribambang Manek, S.T.P., memimpin langsung kegiatan ini bersama seluruh staf. Turut mendampingi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Belu, Vinsensius Kurniawan Laka, ST., serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Belu, Antonius Stefanus Klau, SE., M.Ec.Dev.
Di tempat ini, bantuan sembako diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cendana Timor, KSP Sangosay, dan Koperasi Kredit (Kopdit) Immaculata.
Dalam sambutannya, Kadis Kopnakertrans Belu, Petrus Alkantara Tribambang Manek, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus koperasi di Kabupaten Belu atas kepedulian sosial yang ditunjukkan.
“Dengan segala hormat, saya cukup bangga dengan koperasi di Kabupaten Belu. Di sela-sela kesibukan, kita masih bisa memperhatikan anak-anak kita yang ada di depan kita ini. Merayakan Hari Ulang Tahun jangan hanya bersenang-senang, tetapi kita juga harus berbagi bersama anak-anak di sini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran fisik dan perhatian jauh lebih bermakna bagi anak-anak panti asuhan.
“Tiada arti apa yang dapat kita berikan kepada mereka, tetapi yang paling berarti adalah kita bisa mengunjungi dan melihat mereka langsung. Kehadiran kita di tengah-tengah mereka membuat mereka jauh lebih bahagia,” pungkasnya seraya berterima kasih kepada tujuh orang suster yang setia mengabdi di panti tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pusat Rehabilitasi Hidup Baru Onoboi, Sr. Yoanecia Lumbantoruan, FCJM, menyambut hangat kunjungan tersebut dengan penuh rasa bahagia dan haru.
“Kehadiran Bapak, Mama, dan saudara-saudari semua merupakan dukungan besar untuk kami. Kami merasakan bahwa kami tidak sendiri mengurus anak-anak ini. Banyak orang yang sungguh peduli dengan kami di tempat ini,” ungkap Sr. Yoanecia.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang diasuh di tempat tersebut merupakan penyandang disabilitas fisik yang berasal dari berbagai kabupaten, seperti Belu, Malaka, TTU, dan TTS. Setiap hari, mereka menjalani terapi oleh para suster yang bertugas sebagai fisioterapis.
“Tujuan kami adalah agar anak-anak ini bisa menolong dirinya sendiri. Kelak mereka tidak menjadi beban bagi keluarga, tetapi setidaknya bisa berpindah tempat sendiri. Memang tidak bisa sempurna, tetapi ada sesuatu yang membuat mereka mandiri; berubah dari tidak bisa bergerak menjadi bisa bergerak.
Setelah dari Onoboi, rombongan Kadis Kopnakertrans Belu beserta gerakan koperasi melanjutkan aksi anjangsana ke dua lokasi lainnya. Lokasi kedua adalah Susteran Alma Atambua, di mana pembagian paket sembako disalurkan oleh KPN Peternakan, Koperasi Harapan Kita, dan Koperasi Kredit Pintu Air.
Aksi sosial ini diakhiri di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Penyandang Disabilitas (PD) Hadinan Haklaran. Di tempat terakhir ini, paket sembako diserahkan oleh KPN Halibete, Koperasi Kredit Serviam, dan KSP Swastisari.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar dan penuh khidmat.
