Peringati Hari Lansia Nasional, Bupati Belu Agendakan Konser Rohani Tahunan
Atambua – Pemerintah Kabupaten Belu menggelar berbagai kegiatan sosial dan kesehatan memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Pelataran Mal Pelayanan Publik (MPP) Timor Atambua, Sabtu (23/5/2026).
Acara yang mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” ini terlaksana atas kerja sama antara Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas Sosial PMD) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini diisi dengan beragam pelayanan nyata untuk masyarakat, khususnya para lansia.

“Hari ini kita memperingati Hari Lansia dengan berbagai kegiatan, kerja sama dengan Dinas Sosial PMD dan Dinas Kesehatan. Ada banyak kegiatan seperti jalan sehat, senam sehat, pemeriksaan medis gratis, donor darah, hingga konser hiburan,” ujar Bupati Willy Lay di hadapan seluruh ASN Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu.
Di sela-sela sambutannya, Bupati Belu memberikan arahan langsung terkait manajemen lapangan dan penataan fasilitas acara. Beliau meminta panitia dan masyarakat untuk lebih memperhatikan kenyamanan pengguna jalan dengan memanfaatkan ruang terbuka yang tersedia.
“Untuk semua yang hadir, saya meminta kalau bisa tenda jangan dipasang di tengah jalan. Kalau bisa di samping lapangan. Di sini ada areal kosong yang menghadap ke Plasa Perizinan, area ini bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Willybrodus Lay mengumumkan agenda keagamaan besar yang akan berlangsung pada akhir bulan ini. Bertepatan dengan tradisi penutupan Bulan Maria bagi umat Katolik pada tanggal 30 Mei, Pemerintah Kabupaten Belu akan menggelar konser lagu rohani di kawasan wisata religius Patung Bunda Maria Teluk Gurita.
Acara yang akan dimulai sejak sore hari ini juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meski dengan kuota yang dibatasi demi ketertiban.

“Saya mengharapkan partisipasi dari kita semua. UMKM boleh hadir, tapi dengan slot yang terbatas, cukup 10 sampai 15 slot untuk bisa tampil di sana. Nanti akan diatur oleh panitia,” jelas Bupati Belu.
Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan konser rohani ini sebagai agenda tetap pariwisata dan keagamaan setiap tahunnya. Selain meningkatkan aspek spritual dan ekonomi, acara ini juga membawa misi diplomasi budaya untuk mempererat hubungan persaudaraan di wilayah perbatasan lintas negara.

“Tahun ini kegiatan diikuti oleh Kabupaten Belu sendiri bersama Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tahun depan, kita juga akan mengundang teman-teman dari kabupaten lain, termasuk dari Distrik Bobonaro (Timor Leste), untuk mempererat tali persaudaraan kita di tapal batas,” pungkasnya.
Usai kegiatan, Bupati Belu didampingi sang istri berkesempatan meninjau dari dekat para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah menjalani pemeriksaan dan mendonorkan darahnya di tenda khusus yang disiapkan oleh Dinas Sosial PMD.
