Tour De EnTeTe Etape 1 Malaka–Belu Meriahkan HUT ke-68 Provinsi NTT, Dorong Hidup Sehat dan Ekonomi Masyarakat
Belu – Semangat kebersamaan, olahraga, dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan Tour De EnTeTe Etape 1 Malaka–Belu dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (04/11/2026), dengan rute perjalanan dimulai dari SD Katolik Nurobo, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, menuju Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 09.30 WITA ini bukan sekadar olahraga bersama. Acara ini juga menjadi gerakan kolektif untuk membangun kesadaran hidup sehat, memperkenalkan potensi wisata daerah, menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 1.200 peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov NTT serta Pemkab Belu dan Malaka, pelajar (SD, SMP, SMA/SMK), dan masyarakat umum.
Dalam laporan singkatnya, Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan bahwa Tour De EnTeTe dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk menggali potensi ekonomi daerah dan mempererat kebersamaan melalui olahraga. Selain mempromosikan keindahan alam dan budaya lokal, kegiatan ini juga mendorong transaksi digital bagi UMKM serta aksi kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Gubernur NTT beserta rombongan dan seluruh dan peserta yang hadir. Sebagai tuan rumah titik keberangkatan, ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mengukir sejarah baru dalam perayaan HUT Provinsi NTT.
“Pilihan Bapak Gubernur untuk memulai rute pertama dari Malaka harus kita maknai bagaikan matahari pagi yang terbit dengan penuh harapan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Malaka sebagai titik awal pelaksanaan Tour De EnTeTe Etape 1.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia menyalurkan program kepedulian sosial berupa Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masing-masing lima orang penerima manfaat di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman.
Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tour De EnTeTe merupakan upaya Pemerintah Provinsi NTT agar perayaan HUT ke-68 Provinsi NTT dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai daerah, sehingga tidak hanya terpusat di Kota Kupang.
“Pembangunan di NTT harus berkeadilan. Semua orang harus merasakan situasi kebersamaan yang nyata,” tegasnya.

Gubernur menjelaskan bahwa perjalanan sejauh 15 kilometer dari Malaka menuju Belu menjadi simbol kebersamaan serta semangat masyarakat untuk bergerak bersama membangun daerah. Kegiatan ini juga dikemas melalui berbagai aksi nyata, seperti Bedah Rumah Tidak Layak Huni, Gerakan Tanam Bersama, dan penyediaan titik-titik UMKM di sepanjang rute perjalanan.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari meningkatkan kesadaran hidup sehat, memperkenalkan potensi wisata dan budaya lokal, hingga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Gubernur juga menyampaikan bahwa rangkaian Tour De EnTeTe akan dilanjutkan ke berbagai wilayah di NTT, meliputi daratan Sumba, Flores, Sabu, Rote, Lembata, dan Alor hingga berakhir di Kota Kupang. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan lima keberhasilan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sukses pariwisata, dan sukses ekonomi.
Setelah secara resmi membuka kegiatan, Gubernur NTT bersama Bupati Malaka, Bupati Belu, unsur Forkopimda, dan anggota DPRD Provinsi NTT melepas para peserta untuk memulai perjalanan menuju Kabupaten Belu. Seluruh peserta diarahkan agar mengikuti jalur yang telah ditentukan, menjaga ketertiban, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan. Unsur pengamanan, petugas kesehatan, dan tim pendukung turut disiagakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Setibanya di garis finis, Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada Gubernur NTT, Bupati Malaka, seluruh rombongan, serta para peserta yang telah menyelesaikan perjalanan dengan aman dan lancar.
Sebagai tuan rumah garis finis, Bupati Belu menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Tour De EnTeTe yang dinilai sebagai gagasan positif dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Sebagai kabupaten perbatasan, kami menyatakan mendukung 101 persen untuk kesuksesan acara ini,” ungkap Bupati Belu.

Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun mendatang dapat dikemas lebih meriah, salah satunya melalui penyelenggaraan night market atau pasar malam. Menurutnya, pasar malam ini dapat menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, sekaligus memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Selanjutnya, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu dan Malaka, seluruh panitia, instansi terkait, pihak sponsor, tenaga pendidik, pelajar, serta masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut di garis finis.
Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Tour De EnTeTe Etape 1 menunjukkan pentingnya sinergi dan kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BUMN/BUMD, instansi terkait, dan masyarakat.
“Hari ini kita buktikan bahwa jika pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BUMN/BUMD, seluruh instansi, dan masyarakat bersatu padu, tidak ada hal yang mustahil di NTT ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga memggerakan ekonomi masyarakat di sepanjang rute perjalanan. Hal ini terlihat dari aktivitas jual beli produk lokal, seperti semangka, kelapa muda, dan hasil usaha warga yang dimanfaatkan oleh para peserta.
Selain itu, Gubernur kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan program sosial melalui bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni, masing-masing minimal lima unit di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu. Ke depan, Tour De EnTeTe direncanakan menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi NTT dengan cakupan wilayah yang lebih luas, guna mendorong promosi pariwisata, pemberdayaan UMKM, aksi penghijauan, serta peningkatan kepedulian terhadap fasilitas umum dan kebutuhan masyarakat.
Gubernur juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur, khususnya jalan strategis di wilayah perbatasan, guna memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Setelah penyampaian sambutan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Gerakan Tanam Pohon Bersama sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan seluruh elemen masyarakat terhadap kelestarian lingkungan serta keberlanjutan masa depan. Kegiatan ini melibatkan Gubernur NTT, Bupati Belu, Bupati Malaka, pimpinan dan anggota DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten, Asisten I Sekda Provinsi NTT, serta para pimpinan perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi NTT, Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.
Para pejabat dan tamu undangan yang hadir mengambil bagian dalam penanaman pohon pada lubang-lubang yang telah disediakan. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya menjaga kesehatan diri, tetapi juga ikut serta dalam menjaga kelestarian alam. Penanaman pohon diharapkan dapat mendukung penghijauan, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menjadi investasi bagi generasi mendatang.
Turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut unsur Forkopimda Provinsi NTT, Forkopimda Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu, serta pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTT, Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu. Hadir pula pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi dan kabupaten terkait, pimpinan instansi vertikal, para camat, kepala desa, kepala sekolah, guru, siswa-siswi, panitia penyelenggara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta insan pers.
Pelaksanaan Tour De EnTeTe Etape 1 Malaka–Belu menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak membudayakan pola hidup sehat, mengenal potensi wisata dan budaya daerah, mendukung produk UMKM lokal, serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Lebih dari sekadar perjalanan sejauh 15 kilometer, Tour De EnTeTe menjadi simbol bahwa pembangunan Nusa Tenggara Timur membutuhkan keterlibatan dan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, setiap langkah dalam kegiatan ini diharapkan membawa perubahan positif demi mewujudkan NTT yang semakin maju, sehat, dan sejahtera.
