HUT ke-110 Kota Atambua, Bupati Belu Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Bangun Kota Bersama
ATAMBUA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kota Atambua pada Jumat (16/10/2026) menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat persaudaraan, menjaga kedamaian, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan kota. Mengusung Tema “Inovatif, Berdaya Saing, Berkelanjutan”, perayaan ini mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif menjaga dan membangun Atambua agar semakin baik.
Dalam sambutannya, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH., mengingatkan bahwa sejarah Kota Atambua bermula pada 16 Oktober 1916, ketika pusat administrasi pemerintahan dipindahkan dari Atapupu ke Atambua untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas kota yang perlu dikenang dan dilestarikan oleh generasi sekarang.

Bupati menyampaikan rasa syukur atas kehidupan masyarakat Atambua yang senantiasa aman, tenteram, dan damai. Menurutnya, semangat cinta damai merupakan nilai penting yang harus terus dijaga di tengah keberagaman. Nilai tersebut sangat sejalan dengan arti nama Belu, yaitu sahabat atau persahabatan, yang mencerminkan kedekatan dan persaudaraan antarsesama.
“Kita bersyukur karena Kota Atambua merupakan kota yang damai, dan masyarakatnya memiliki semangat cinta damai,” ungkap Bupati. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan kerukunan dan semangat persaudaraan sebagai bagian dari jati diri masyarakat Belu.

Bupati menekankan bahwa peringatan HUT Kota Atambua bukan sekadar menjadi perayaan tahunan. Momen ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan sejarah, mengembangkan budaya, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Ia juga mengapresiasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan HUT Kota Atambua.

Sejalan dengan semangat tersebut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kedamaian, dan keindahan kota. “Mari kita jaga bersama kota ini agar tetap bersih, damai, dan indah,” tegasnya.
Bupati juga berencana untuk mengajak berbagai instansi vertikal untuk berkolaborasi dalam menyelenggarakan HUT Kota Atambua pada tahun mendatang. Keterlibatan ini diharapkan dapat memperkaya kegiatan budaya, mempererat persaudaraan, serta memperkuat kerja sama dalam pembangunan kota.

Acara syukuran ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 110 tahun Kota Atambua. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belu, Dansatgas Pamtas RI–RDTL, para asisten Sekda Belu, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Kota Atambua.
Melalui peringatan HUT ke-110 ini, masyarakat diharapkan semakin bangga terhadap Kota Atambua dan berperan aktif dalam menjaga kedamaian, mempererat persaudaraan, melestarikan sejarah dan budaya, serta merawat lingkungan. Dengan semangat “Inovatif, Berdaya Saing, Berkelanjutan”, Atambua diharapkan terus tumbuh menjadi kota yang aman, bersih, indah, dan nyaman bagi seluruh warganya.
