Penerimaan ini berlangsung di pintu gerbang kampung adat Duarato, Kecamatan Lamaknen kabupaten Belu, NTT pada, Jumat (25/09/2026).
Prosesi dan Sapaan adat Suku Bunaq atau yang sering disebut gase gawaka ini di tuturkan oleh seorang makoan atau penutur bahasa sapaan adat saat menyambut tamu kehormatan dan rombongan tiba di gerbang kampung adat.
Dalam penyambutan tersebut makoan atau penutur bahasa adat menuturkan syair yang mengekspresikan rasa syukur, sukacita, serta doa keselamatan atas kedatangan para tamu yang baru saja menempuh perjalanan jauh.

Sapaan adat ini di utarakan oleh makoan yang adalah sang penutur bahasa adat yang mempunyai karisma mengetahui bahasa sapaan adat yang sudah turun-temurun di wariskan oleh para penutur terdahulu.
Dalam tradisi suku Bunaq Gase gawaka merupakan seni tutur adat yang memadukan syair, pantun, dan gestur tubuh untuk menyambut tamu yang datang berkunjung di wilayah kabupaten Belu pada khususnya suku Bunaq.
Di dalamnya terdapat rangkaian sapaan adat selain ucapan selamat datang (gase gawaka) para tokoh adat mendampingi remaja putri juga melakukan pengalungan kain tenun tais sebagai lambang perlindungan dan penghormatan masyarakat Duarato kepada tamu terhormat dan rombongan yang datang di kampung adat tersebut.
Setelah prosesi gase gawaka dan pengalungan, para tokoh adat dan masyarakat Duarato dengan tarian likurai mengiringi tamu dan rombongan masuk ke pelataran nokar toiq sebagai ucapan syukur atas tibanya tamu dan rombongan dalam keadaan sehat dan selamat.

Selain sapaan lisan bentuk sapaan fisik atau penghormatan tertinggi masyarakat adat desa duarato juga
melakukan prosesi adat ” Galoq ” yakni penyuguhan Koba ( Opa ),sebuah wadah anyaman tradisional yang berisikan sirih, pinang, dan kapur, kepada tamu dan rombongan, penyuguhan koba (Opa) merupakan simbol keterbukaan hati, persaudaraan, dan tanda bahwa tamu tersebut diterima secara resmi dan hangat ke dalam persekutuan adat Duarato di wilayah Kenaian Sele Mo keLoroan Lamaknen.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pariwisata, Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, masyarakat Desa Duarato.
