Lestarikan Bahasa dan Budaya Daerah, Perkumpulan Korel Dirubati Ana Inisiasi Lomba Puisi Bahasa Kemak Dirubati
Atambua – Perkumpulan Korel Dirubati Ana menginisiasi lomba puisi berbahasa Kemak Dirubati sebagai salah satu upaya mendorong generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan melestarikan bahasa serta kebudayaan daerah. Kegiatan yang mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Kebudayaan Suku Kemak” ini berlangsung di Pelataran Rumah Adat Bey Leto, Kabupaten Belu, pada Jumat (9/10/2026).
Ketua Perkumpulan Korel Dirubati Ana sekaligus tokoh adat Suku Kemak, Djoese S. Martins Naibuti, menyampaikan dalam laporan kegiatannya bahwa perlombaan ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah serta melatih jiwa kepemimpinan anak-anak. Lebih lanjut, kegiatan tersebut menjadi wadah menanamkan pesan serta nilai-nilai kemanusiaan bagi generasi muda, yang dinilainya memegang peran penting dalam menjaga kelestarian kebudayaan di tengah perkembangan zaman.
” Oleh karena itu, upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan melalui komitmen, tetapi harus disertai tindakan nyata dan keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan,” ungkapnya saat menyampaikan laporan kegiatan.
Djoese juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta menunjukkan keberanian dan kemampuan terbaik mereka dalam lomba tersebut.
“Terima kasih untuk anak-anak hebat yang tampil pada kesempatan ini. Saya patut mengapresiasi karena telah menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri dengan baik,” tandasnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan membawakan puisi menggunakan bahasa Kemak sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan panitia. Sebanyak 24 siswa-siswi dari lima SMA dan SMK di Kabupaten Belu mengikuti lomba tersebut. Kelima sekolah tersebut adalah SMA Negeri 1 Atambua, SMA Negeri 2 Tasifeto Timur, SMK Negeri Raihat, SMA Negeri 3 Atambua, dan SMK Negeri Kakuluk Mesak. Menariknya, kegiatan ini juga disambut antusias oleh kalangan pelajar sekolah dasar. Seorang siswi SD bahkan turut hadir sebagai peserta kehormatan melalui mekanisme wildcard dari panitia, sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan minat generasi muda dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah.
“Kalau ada anak SD, SMP yang mendaftar, mereka tidak ikutkan sebagai peserta reguler, tetapi diberikan wildcard. Mereka menjadi peserta kehormatan yang akan kita beri apresiasi khusus,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan lomba puisi bahasa Kemak Dirubati ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana, serta dukungan dari sejumlah pihak lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo, S.IP., yang mewakili Bupati Belu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perkumpulan Korel Dirubati Ana selaku penyelenggara serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga dan mewariskan kebudayaan daerah kepada generasi muda. Pelaksanaan lomba yang kedua kalinya ini juga menjadi bukti upaya berkelanjutan untuk mendorong pelestarian bahasa dan budaya Suku Kemak Dirubati.
“Sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten Belu, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena kebudayaan yang kita miliki merupakan warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang tergerus modernisasi,” ungkap Januaria.
Ia berharap generasi muda dapat meneladani semangat para tokoh dalam menjaga kebudayaan daerah, serta aktif dalam melestarikan warisan budaya yang terancam punah.
Menurutnya, para pelajar yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan duta budaya Kabupaten Belu. Melalui keterlibatan mereka, bahasa, seni, dan tradisi daerah diharapkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Ia juga mendorong para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan memberikan penampilan terbaik, termasuk dalam menampilkan kesenian tradisional sebagai wujud kecintaan terhadap budaya daerah.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap kebudayaan Belu serta memiliki komitmen untuk meneruskannya kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Perkumpulan Korel Dirubati Ana bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Belu berharap pelestarian bahasa dan budaya Kemak Dirubati berjalan berkelanjutan. Dengan melibatkan generasi muda, lembaga pendidikan, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat warisan ini tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi terus hidup menjadi identitas daerah.
