Atambua – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah bersiap menggelar agenda strategis berskala provinsi. Kabupaten Belu resmi ditunjuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pameran Pangan Lokal Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai momentum penting untuk menggaungkan kembali potensi pangan lokal agar bisa naik kelas. Selain itu, acara ini bertujuan memperkuat sektor ekonomi masyarakat serta memerat kemitraan dengan para pelaku UMKM.

Dalam rapat persiapan pada Selasa, (29/9/2026), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Silvia Celeste Do Amaral, SSTP menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rapat koordinasi ini. Ia mengungkapkan bahwa pameran pangan lokal ini sedianya direncanakan berjalan pada bulan Juni, Juli, dan Agustus. Namun, karena kendala teknis terkait pembiayaan dan batas DIPA, jadwal pelaksanaan akhirnya digeser ke bulan Oktober 2026.
“Pameran lokal ini perlu ditingkatkan dan tidak boleh diabaikan. Melalui ajang ini, ada 35 UMKM yang direkomendasikan oleh Provinsi NTT untuk terlibat, yang berasal dari Kabupaten TTU, TTS, Malaka, Belu, Kupang, dan Kota Kupang. Karena Kabupaten Belu bertindak sebagai tuan rumah, kami meminta dukungan penuh dari Kapolres, pimpinan OPD, dan Kepala RRI untuk bersama-sama hadir menyukseskan pameran ini,” ujar Silvia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang diwakili oleh Juliyanto Nixson B. Mooy, S.Pt selaku Pejabat Penerima/Pengawas Pemeriksa Hasil Pekerjaan Bidang PSPPHP), memaparkan pentingnya acara ini. Menurutnya, NTT memiliki keberagaman pangan lokal segar, olahan, dan produk turunan yang berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Juliyanto memetakan tiga fokus tantangan utama yang dihadapi saat ini.
Pertama, aspek diversifikasi dan kualitas, dimana konsumsi pangan lokal perlu terus diperkuat. Kedua, penguatan posisi tawar petani dan UMKM melalui promosi, interaksi, dan transaksi langsung. Ketiga, edukasi generasi muda dengan memberikan ruang bagi mereka untuk mengenal sektor pertanian, pangan lokal dan budaya. Sebagai solusi, Pameran Pangan Lokal ini dirancang menjadi wadah promosi, kreativitas, edukasi, sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Disampaikan pula, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah melestarikan pangan lokal, meningkatkan inovasi produk, serta mengedukasi masyarakat mengenai gizi dan budaya.
Lanjutnya, penerima manfaat dari kegiatan ini mencakup petani, UMKM, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, pemerintah daerah, masyarakat umum, hingga murid sekolah (PAUD, SD, SMP).
Tidak hanya itu, pameran yang akan berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 2-3 Oktober 2026, akan diisi dengan berbagai agenda menarik, antara lain, pameran kuliner dan produk segar berbasis pangan lokal, Festival/Lomba Masak Kuliner Khas Tradisional dan Lomba Inovasi Pangan, pertunjukan tarian dan seni tradisional sebagai jembatan kearifan lokal antar generasi, Talkshow interaktif, Zona Edukasi, Publikasi, promosi UMKM, hiburan, serta apresiasi peserta.
Ia merincikan, komposisi peserta pameran terdiri dari 35 UMKM. Rinciannya terdiri dari
10 UMKM asal Kabupaten Belu, serta masing-masing 5 UMKM dari Kabupaten Malaka, TTU, TTS, Kupang, dan Kota Kupang. Selain itu, zona edukasi akan melibatkan 200 murid yang terdiri atas 100 anak PAUD, 50 siswa SD, dan 50 siswa SMP.
Lanjutnya, acara talkshow akan diikuti oleh 30 peserta dari kalangan siswa SMK atau mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan). Semarak acara juga didukung oleh penampilan 1-2 sanggar seni serta 2 orang seniman.
Rapat ini kemudian ditutup dengan diskusi bersama yang dipandu langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu untuk mematangkan teknis pelaksanaan di lapangan.
Hadir dalam kegiatan ini, pejabat yang mewakili Kapolres Belu, para pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu, Kepala LPP RRI Atambua, Tim Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pejabat yang mewakili Kepala Loka POM Kabupaten Belu serta perwakilan dari SMK Kusuma Atambua.
