Pelajar SMA/SMK se-Kota Atambua Unjuk Gigi di Lomba Inovasi CBP Rupiah Garuda Sakti Cross Border Fest 2026
Atambua,– Panggung Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 menjadi saksi kreativitas tanpa batas generasi muda di wilayah tapal batas. Ribuan pasang mata tertuju pada Lomba Inovasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Tingkat SMA/SMK se-Kota Atambua yang digelar di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kamis (6/7/2026).
Kompetisi bergengsi hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Belu, Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia (BI) ini bertujuan menanamkan rasa nasionalisme lewat digitalisasi edukasi mata uang negara.
Berbeda dari perlombaan konvensional, para peserta ditantang menciptakan produk komunikasi visual berupa video pendek dan karya fotografi bertema kedaulatan Rupiah. Di hadapan dewan juri dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, setiap tim mempresentasikan hasil produk kreatif mereka secara langsung.
Suasana ruang presentasi dipenuhi antusiasme saat para pelajar memaparkan konsep digital branding. Karya video yang ditampilkan memuat konten edukasi cara merawat uang kertas (Cinta), menjaga Rupiah dari pemalsuan (Bangga), serta bijak berbelanja dan bertransaksi nontunai (Paham). Sementara itu, jepretan foto ciamik para peserta berhasil menangkap esensi perputaran Rupiah dalam menggerakkan ekonomi lokal di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perwakilan panitia pelaksana Lomba Inovasi CBP Rupiah pada Bank Indonesia, Billy Lerek menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk mendorong siswa-siswi SMA di Kota Atambua agar lebih kreatif dalam mengemas informasi edukasi kepada sesama.
“Contohnya tadi ada yang membuat Mading (majalah dinding), poster, hingga barang daur ulang yang ditempelkan di lingkungan sekolah. Informasi edukasi ini diharapkan bisa tersampaikan dengan baik kepada seluruh guru dan siswa di sekolah masing-masing,” ujar Billy.
Ia menambahkan, esensi utama dari kegiatan ini adalah menanamkan semangat Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, mengingat posisi strategis Atambua sebagai beranda negara.
“Seperti kita ketahui, Kota Atambua merupakan salah satu kota perbatasan di Indonesia. Kegiatan ini tujuannya adalah agar kita mau mendorong masyarakat Kabupaten Belu untuk bersama-sama menjaga kedaulatan Rupiah di daerah perbatasan,” tegasnya.
Billy berharap lewat ajang ini, para pelajar dapat menjadi perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam mengedukasi lingkungan sekolah serta keluarga, sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat luas dalam menjaga kedaulatan mata uang negara.
Apresiasi tinggi juga datang dari para tenaga pendidik yang mendampingi siswa selama kompetisi berlangsung. Guru pembimbing SMA Surya Atambua, Irma Gardis Marsela Kolo, mengungkapkan rasa bangganya atas daya juang para siswa meski memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas.
“Sekolah kami menyiapkan dua tim dengan dua produk berbeda untuk dipresentasikan hari ini. Kami merasa sangat bangga karena anak-anak sudah berjuang maksimal dalam waktu singkat. Persiapan mereka hanya kurang lebih satu minggu, mulai dari pembuatan proyek sampai presentasi hari ini,” ungkap Irma.

Irma juga berharap agar Bank Indonesia dapat menjadikan kompetisi ini sebagai agenda tahunan yang rutin digelar di wilayah perbatasan.
“Kalau bisa setiap tahun diadakan kegiatan Cinta Bangga Paham Rupiah seperti ini. Hal ini sangat penting untuk menambah pengetahuan serta wawasan anak-anak khususnya, dan masyarakat pada umumnya,” tambahnya.
Ajang Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 ini dinilai sukses membuka ruang positif berskala internasional bagi anak-anak di perbatasan Belu. Festival ini berhasil menjadi wadah ekspresi bakat seni, memperluas wawasan digital, sekaligus menumbuhkan rasa bangga yang tinggi terhadap tanah air. Kegiatan ini ditutup dengan Talkshow Cinta Rupiah Tapal Batas kepada Para Guru SMA di Kota Atambua.
