Pemkab Belu Sambut 185 Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, Perkuat Kolaborasi Membangun Desa
Atambua – Pemerintah Kabupaten Belu Menerima 185 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang Tahun 2026 yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Belu. Penerimaan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok Atambua dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Belu pada Senin(3/8/2026).
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah memilih Kabupaten Belu sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang. Terima kasih karena telah memilih Kabupaten Belu sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata,” ujar Wabup.
Wakil Bupati menilai kehadiran mahasiswa KKN merupakan bentuk kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Sinergi ini bertujuan untuk mendukung pembangunan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Belu.

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Belu masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, seperti tingginya angka kemiskinan, stunting, dan gizi buruk. Oleh karena itu, pemerintah daerah membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi, untuk bersama-sama menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dunia pendidikan juga memiliki peran penting untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa,” ujarnya.
Ia berharap, selama lima minggu pelaksanaan KKN, para mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi di desa masing-masing.
“Waktu pelaksanaan KKN memang relatif singkat, tetapi saya yakin dengan kemampuan intelektual yang dimiliki, adik-adik mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mungkin tidak semua persoalan dapat diselesaikan, tetapi setidaknya ada kontribusi yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu siap mendukung setiap program kerja mahasiswa yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Apabila ada program yang membutuhkan dukungan pemerintah dan bertujuan membantu masyarakat menyelesaikan persoalan di desa, tentu kami siap berkolaborasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wabup Vicente menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Kabupaten Belu menggantungkan hidup pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pekerjaan sebagai buruh. Karena itu, ia berharap mahasiswa dapat menghadirkan inovasi maupun edukasi yang mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan masyarakat.
“Sebagian besar masyarakat kita bekerja sebagai petani, peternak, nelayan, maupun buruh. Saya berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan gagasan, edukasi, maupun solusi yang dapat membantu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, dan investor, guna mempercepat pembangunan sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurutnya, berbagai kerja sama yang telah dibangun di bidang pertanian, peternakan, sanitasi, hingga rencana investasi pertanian merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Belu dan Universitas Muhammadiyah Kupang dapat terus terjalin pada tahun-tahun mendatang.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada tahun ini saja, tetapi terus berlanjut di masa mendatang. Kehadiran mahasiswa KKN sangat berarti bagi pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Belu,” pungkasnya.

Dosen Pendamping Lapangan, Idris M. Ali, S.Sos,. M.Si menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah menerima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang untuk melakukan KKN . Ia juga mengapresiasi Kabupaten Belu sebagai salah satu daerah yang paling banyak memercayakan putra-putrinya untuk menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah.
“Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai Indikator utama dalam mengembangkan potensi desa. Oleh karena itu Sumber Daya Alam (SDA) dan SDM harus berkolaborasi secara baik. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menjalin komunikasi dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman baru tentang kesehatan dan pendidikan.

“Kami berharap agar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah hadir di Kabupaten Belu sebagai obor penerang demi masa depan Belu yang lebih baik,” harapnya.
