Uji Kecerdasan dan Kemampuan Bahasa Inggris, 12 Tim SD se-Kabupaten Belu Ikuti LCC Jilid 1
Atambua,– Suasana di Aula SMPK Don Bosco Atambua tampak meriah dan penuh semangat pada Selasa (12/05/2026). Sebanyak 12 tim terbaik dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di seluruh Kabupaten Belu berkumpul untuk menunjukkan kebolehan mereka dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Bahasa Inggris Jilid 1.
Mengusung tema “Test Your Brain, Challenge Your English”, kompetisi bergengsi ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 12 sampai 13 Mei 2026 di Aula SMPK Don Bosco Atambua.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah dan guru pendamping dari masing-masing sekolah peserta serta siswa-siswi terbaik tingkat SD di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Belu.

Kepala sekolah SMPK Donbosco Atambua, Romo Kristianus Fallo, Pr menjelaskan bahwa, lomba cerdas cermat ini merupakan wadah nyata bagi siswa untuk berkembang di luar jam pelajaran formal. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh hanya terpaku pada materi kaku di dalam kelas
“Kita memberikan ruang agar mereka bisa berekspresi. Hari ini bukan sekadar lomba, tapi momentum bagi anak-anak untuk berkembang. Kami juga ingin memperkenalkan lingkungan sekolah SMPK Don Bosco kepada adik-adik peserta yang mungkin ingin bergabung bersama kami nantinya,” ujar Romo Kris.
Romo Kris menekankan pentingnya inovasi dalam lingkungan pendidikan. Beliau berpendapat bahwa pembentukan kualitas karakter dan intelektual anak tidak bisa dicapai hanya melalui apel pagi rutin atau pemberian arahan secara verbal saja.
“Menciptakan inovasi itu bukan sekadar bicara terus-menerus. Harus ada kegiatan nyata seperti cerdas cermat, latihan THS (Tunggal Hati Suci), THM (Tunggal Hati Maria), musik, hingga kelompok pendampingan. Semua ini dirancang untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu,Vicente Hornai Gonsalves, ST dalam arahannya menekankan bahwa, perlombaan ini bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana untuk mengukur sejauh mana efektivitas proses belajar mengajar di sekolah. Beliau berharap kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk terus belajar dan berinovasi.
“Anak-anakku sekalian, kalian adalah calon pemimpin masa depan Belu. Melalui LCC ini, tunjukkan sportivitas dan kemampuan terbaik kalian. Ini adalah wadah untuk melatih mental, kerja sama tim dan ketangkasan dalam berpikir,” ujar Wabup Vicente dalam arahannya.

Pantauan media, sebanyak 12 tim yang berpartisipasi akan melewati serangkaian babak, mulai dari babak penyisihan hingga babak final yang akan digelar pada hari kedua. Panitia telah menyiapkan penghargaan yang luar biasa bagi para pemenang, di antaranya piala bergilir sebagai simbol supremasi kecerdasan bahasa Inggris, uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih dan piagam penghargaan untuk seluruh pemenang dan peserta yang terlibat.
Kualitas penilaian dalam lomba ini dipastikan objektif dan profesional dengan kehadiran dewan juri yang yang terdiri dari Suster Maria Yohana Umbu Pati, Suster Aplonia K. Syukur dan Flora Bere Leki, S.Pd.,M.Ed.
