YKPA Dorong Partisipasi Anak dalam Pembangunan melalui Konsultasi dan Dialog Tingkat Desa
Atambua,-Yayasan Karunia Pengembangan Anak (YKPA) Mitra Chlidfund Internasional Indonesia Kabupaten Belu secara pro aktif memfasilitasi keterlibatan generasi muda dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat akar rumput.
Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Konsultasi dan Dialog Anak yang melibatkan Forum Anak, OSIS SMP dan SMA se-Kabupaten Belu, perwakilan Dinas Kominfo, BP4D, Dinas Sosial PMD, Dinas P3AP2KB, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, TA-P3MD dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu serta staf YKPA.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Nusantara Dua Atambua pada Jumat (13/2/2026) ini secara resmi di buka oleh Analis Kebijakan BP4D Kabupaten Belu, Markus Robinson M.Koy, SE.,MSA.,MH didampingi Ketua Yayasan YKPA Kabupaten Belu, Bernadina Dhana.
Kegiatan ini bertujuan untuk merekomendasi aspirasi, pengalaman dan kebutuhan anak terkait isu lintas sektor meliputi pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, kesejahteraan sosial, lingkungan hidup, ruang digital hingga pembangunan desa.
Ketua Yayasan YKPA, Bernadina Dhana dalam sambutannya menekankan bahwa suara anak bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci dalam pengambilan kebijakan strategis bagi perlindungan masa depan mereka.
Ia mencontohkan keterlibatan anak dalam perencanaan desa adalah cara terbaik mengajarkan demokrasi sejak dini.
“Partisipasi anak bukan sekadar simbolis. Melalui dialog ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil anak-anak,” ujarnya.
Analis Kebijakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu, Markus Robinson M.Koy, SE.,MSA.,MH dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada YKPA karena telah memperkuat sinergi dengan Pemkab Belu, dimana hingga tahun 2026 tercatat 30 desa terlayani. Upaya ini sebagai langkah maju pada penguatan masa depan anak-anak dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Belu.
“Kami mengapresiasi kinerja tim, karena sudah 30 desa yang Yayasan YKPA kunjungi sejauh ini,” ungkapnya.
Disampaikan pula, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan memfasilitasi setiap program kerja Yayasan YKPA yang selaras dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial anak.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan, BP4D siap memfasilitasi proses sinkronisasi data dan perencanaan kegiatan Yayasan YKPA agar dapat terintegrasi dengan rencana kerja pemerintah daerah.” Ujarnya.
Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi ini, anak-anak secara langsung menyampaikan pertanyaan dan rekomendasi kepada para fasilitator dan pemangku kepentingan mengenai langkah nyata yang dapat diambil pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak.
