Atambua – Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali menyelenggarakan seleksi terbuka untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang lowong di lingkungan Pemkab Belu. Sebanyak 26 Aparatur Sipil Negara (ASN) dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan asesmen yang dilaksanakan di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly Ch. Rambitan, S.H., Kepala BKPSDM Kabupaten Belu, Blasius Manek Lonis, S.Sos., dan Ketua Tim Penilai Kompetensi Assessment Center BKD Provinsi NTT, Giudo El Joacim Laga, S.STP.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Belu dalam menerapkan sistem merit manajemen Aparatur Sipil Negara. Proses ini bertujuan untuk menjaring Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang memiliki kompetensi, integritas, serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks di Kabupaten Belu.
“Kita menyadari bahwa jabatan pimpinan tinggi pratama memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan dan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, pengisian jabatan ini harus dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel sehingga menghasilkan pemimpin-pemimpin birokrasi terbaik,” ungkapnya.

Kepada panitia seleksi, Wabup Vicente berharap agar dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalisme dalam setiap tahapan seleksi. Kepada peserta seleksi, beliau mengucapkan selamat mengikuti seluruh rangkaian proses dan berpesan agar menunjukkan kemampuan terbaik, baik dari sisi kompetensi teknis, manajerial, maupun sosial kultural.
“Jadikan kesempatan ini sebagai ajang pembuktian bahwa Saudara-saudari adalah calon pemimpin yang siap mengabdi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Belu,” tandasnya.
Di akhir sambutan, Wabup berharap melalui proses seleksi ini akan lahir pemimpin-pemimpin visioner, inovatif, serta mampu bekerja secara kolaboratif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan melayani.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Kompetensi Assessment Center Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, Giudo El Joacim Laga, S.STP., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas kerja samanya. Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Assessment Center BKD Provinsi NTT untuk melakukan pendampingan penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural dalam seleksi terbuka ini.
“Belu adalah kabupaten yang cukup sigap dalam melakukan pendataan SDM aparatur. Meskipun ada beberapa tantangan, semuanya dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ini tentunya menjadi contoh yang baik bagi kabupaten-kabupaten lain,” ucapnya.

Disampaikan pula bahwa kehadiran timnya di Kabupaten Belu bertujuan untuk memfasilitasi penilaian kompetensi sekaligus membantu pemahaman terhadap regulasi kepegawaian dalam penetapan JPTP.
“Ke depan, manajemen talenta juga akan didorong, sehingga tidak hanya sekadar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, namun juga mencakup pejabat administrasi dan jabatan fungsional,” terangnya.
Guido Laga menambahkan bahwa Assessment Center tidak hanya mendampingi penilaian calon eselon dua, tetapi juga melayani pejabat fungsional dari Pemerintah Provinsi Maluku, Aceh, hingga Papua secara daring (online).
Untuk diketahui, seleksi terbuka JPTP di lingkup Pemerintah Kabupaten Belu ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 April 2026.
