Atambua – Ribuan umat Katolik Keuskupan Atambua memadati Gereja Katedral Sta. Maria Immaculata Atambua untuk mengikuti perayaan Minggu Palma, Minggu (29/3/2026). Perayaan ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr., didampingi oleh Rm. Kristianus Falo, Pr. Momen ini menandai dimulainya Pekan Suci bagi umat Kristiani menuju hari raya Paskah.

Prosesi diawali dengan ibadat dan pemberkatan daun palma yang dibawa oleh umat. Hal ini merupakan simbol penghormatan dan penyambutan Yesus saat memasuki Kota Yerusalem sebagai Raja, sekaligus mengawali kisah sengsara-Nya.
Suasana haru dan hening terasa mendalam ketika kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus dibacakan. Umat yang hadir mendengarkan dengan penuh penghayatan setiap detail penderitaan, wafat, hingga pemakaman Yesus yang dibawakan secara dramatis oleh para lektor dan imam.
Puncak keheningan terjadi saat narasi mengisahkan Yesus wafat di kayu salib. Seluruh umat tertunduk dalam doa; banyak yang memejamkan mata dan larut dalam kekhusyukan, meresapi makna pengorbanan tersebut.

Dalam homilinya, Uskup Dominikus Saku menyampaikan bahwa di balik kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus, terdapat pesan kebangkitan mengenai hukum kehidupan dan kematian.
“Tuhan datang untuk mewartakan hukum kehidupan kepada kita. Dia ingin menyelamatkan kita dan memberikan hidup yang sejati. Hal itu Ia peroleh melalui jalan pengorbanan, sengsara, penderitaan, hingga masuk ke dalam alam kematian. Tuhan mengajak kita agar rela ‘mati’ bersama-Nya—dikuburkan dalam kerendahan hati atas dosa-dosa kita—lalu siap untuk bangkit bersama-Nya,” ujar Uskup Dominikus.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Tuhan membawa damai sejahtera dan ketenteraman. Beliau mengajak umat untuk berani memerangi semangat permusuhan, pertikaian, konflik, dan perang, serta menyalakan semangat kerukunan dan kesatuan.

Di akhir khotbahnya, Uskup Dominikus mengajak seluruh umat untuk memaknai Pekan Suci dengan mengosongkan diri. Dengan begitu, Tuhan akan semakin meraja dalam hati sehingga manusia mampu hidup dalam kedamaian dan persatuan, baik bersama Tuhan maupun sesama.
Rangkaian perayaan di Gereja Katedral ini akan berlanjut pada Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Vigili Paskah, hingga puncaknya pada Minggu Paskah.
