Pameran Museum Keliling di Atambua Sukses Digelar, Ribuan Pengunjung Antusias Apresiasi Warisan Budaya NTT
Atambua, – Pameran Museum Keliling UPTD Museum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi ditutup pada hari ini, Sabtu 30 Agustus 2025, di Aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belu. Acara yang berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 27-30 Agustus 2025, berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.
Pameran ini menampilkan beragam koleksi artefak, foto-foto bersejarah, tenunan khas serta informasi mengenai adat dan tradisi masyarakat Belu dan daerah lain di Provinsi NTT. Tujuan utama dari pameran ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya lokal serta menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Kabupaten Belu.

Acara penutupan dihadiri oleh pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Belu dan Kepala UPTD Museum Daerah Provinsi NTT. Selain itu, acara ini dimeriahkan dengan pentas seni tari kreasi dari berbagai sanggar di Kabupaten Belu serta penampilan dari siswa-siswi SMKN 1 Atambua dan SMA Kristen Atambua.
Kepala UPTD Museum Daerah Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani, S.Sos., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan pameran ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu atas dukungannya. Kurang lebih empat ribu pengunjung sangat antusias melihat pameran ini, didominasi oleh pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Kami sangat bangga bahwa generasi muda saat ini sangat mencintai budaya, adat istiadat dan warisan budaya leluhur. Ini menjadi bekal bagi mereka untuk bertumbuh, bukan hanya dalam kecerdasan ilmu pengetahuan tetapi juga dalam kecerdasan budaya yang merupakan identitas kita,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan budaya daerah. “Kita merupakan pelaku budaya dan generasi muda adalah pelaku budaya yang memiliki tugas untuk peduli dan melestarikan budaya yang ada di daerah kita,” tegasnya.

Pameran ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kabupaten Belu. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya lokal, diharapkan akan tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap identitas budaya sendiri, terutama di kalangan generasi muda. Selain itu, pameran ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Belu, yang tertarik dengan kekayaan budaya yang ditampilkan. Edukasi langsung mengenai sejarah, adat dan tradisi daerah juga akan memberikan kontribusi positif dalam penguatan identitas budaya masyarakat Belu sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.