ATAMBUA– Pemerintah Kabupaten Belu terus memperkuat langkah strategis dalam memajukan roda perekonomian di wilayah perbatasan RI-RDTL. Hal ini ditegaskan melalui pertemuan audiensi antara Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, didampingi Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adidoyo Prakoso, yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Belu pada Rabu (25/02/2026).

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk mempererat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah, penguatan sektor ekonomi makro, serta mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), unit usaha produktif milik perorangan atau badan usaha yang memenuhi kriteria usaha mikro maupun optimalisasi potensi unggulan daerah lainnya.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam agenda tersebut, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Belu.
Usai berdialog Bupati Belu bersama rombongan Bank Indonesia langsung beranjak melakukan peninjauan lapangan ke NTT Mart by Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Belu. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan sarana promosi dan kualitas produk-produk lokal kebanggaan masyarakat Belu.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Belu. Ia menekankan pentingnya wadah representatif bagi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas.
“Saya berharap ke depannya galeri NTT Mart dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan UMKM yang ada di Kabupaten Belu, baik itu UMKM busana maupun makanan. Semoga sinergi antara Bank Indonesia dengan Kabupaten Belu dapat berjalan dengan lebih baik dan lebih erat untuk memajukan Kabupaten Belu supaya bisa menjadi lebih baik,” ungkap Adidoyo.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menyambut hangat dukungan dari Bank Indonesia. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat di beranda terdepan NKRI.

“Terima kasih atas kunjungannya. Semoga dengan kunjungan dari Bank Indonesia, kita bisa bersama-sama membangun UMKM dan membangun masyarakat Kabupaten Belu untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di perbatasan. Ayo bangun Indonesia, ayo bangun NTT, ayo bangun Belu!” seru Bupati Willybrodus penuh semangat.
Melalui audiensi ini, masyarakat Kabupaten Belu dapat memetik manfaat nyata berupa jaminan pendampingan dari Bank Indonesia bagi para pelaku UMKM. Kolaborasi ini tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal seperti kain tenun dan pangan olahan, tetapi juga memastikan terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih stabil di perbatasan.
Dengan kuatnya sinergi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Belu semakin berdaya secara ekonomi, terbukanya lapangan kerja baru melalui UMKM yang maju, serta meningkatnya daya saing daerah di kancah nasional maupun internasional.
