Perkuat Hubungan Lintas Batas, Garuda Sakti Cross Border Festival 2026 Resmi Dibuka di Belu
Atambua,- Pemerintah Kabupaten Belu berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata RI dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTT resmi membuka Garuda Sakti Cross Border Festival 2026 di Pelataran Mal Pelayanan Publik Atambua, Kamis (6/8/2026).
Festival ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Bupati Belu Willybrodus Lay, SH beserta istri, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kemenpar RI, Nova Arisne, serta Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso. Turut hadir pula Ketua DPRD Belu, Bupati Timor Tengah Utara,Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Bupati Malaka yang diwakili oleh Asisisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Malaka, Agustinus Nahak, perwakilan Keuskupan Atambua, Forkopimda Kabupaten Belu beserta jajaran, pimpinan organisasi wanita, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu, serta pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari negara tetangga, yaitu Kepala Agen Konsulat RDTL di Atambua, Bonifasio Fatima Martins Belo dan perwakilan KBRI Dili, Ratu Yulia Serani.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kemenpar RI, Nova Arisne, menyampaikan apresiasi tertinggi atas sinergi seluruh pihak yang berhasil mewujudkan festival lintas batas ini. Ia menekankan bahwa kawasan perbatasan kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kawasan perbatasan tidak hanya menjadi pintu gerbang antarnegara, tetapi juga pusat pertumbuhan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Nova.
Selama beberapa hari ke depan, festival ini akan menyuguhkan berbagai agenda menarik, mulai dari Bazar UMKM, kompetisi, talk show, hingga edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah kompetisi paduan suara memperebutkan Piala Menteri Pariwisata yang melibatkan peserta dari Indonesia dan Timor Leste.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menjelaskan bahwa festival ini dikemas ke dalam tiga pilar utama, yaitu Garuda Championship, Garuda Edukasi, dan Garuda Entertainment. BI berkomitmen untuk tetap memasukkan unsur edukasi keuangan di tengah kemeriahan hiburan.
“Diharapkan melalui event Garuda Sakti ini, kita semua dapat semakin memperkuat rasa cinta, bangga, dan pemahaman terhadap Rupiah yang kita pegang sehari-hari. Kami berharap kolaborasi pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan ini dapat terus ditingkatkan,” kata Adidoyo.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menyambut hangat seluruh delegasi dan tamu undangan, khususnya yang datang dari Timor Leste. Ia menegaskan bahwa Garuda Sakti Cross Border Festival merupakan simbol persatuan dan ruang untuk mempererat persaudaraan antar kedua negara.
“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan bagi kami. Hal ini semakin memperkenalkan Kabupaten Belu sebagai tanah sahabat di dalam NKRI yang terbuka,” ungkap Bupati Willy Lay.

Selain festival, momentum ini juga menandai diresmikannya fasilitas literasi baru bagi masyarakat Belu yang diberi nama Pojok Literasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. Bupati Belu menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada BI atas kepeduliannya membangun taman baca di samping Plaza Perizinan Atambua.
“Besar harapan kami taman baca ini dapat menumbuhkan mimpi, memperluas wawasan, membangun karakter, serta mewujudkan generasi muda Rai Belu yang cerdas dan berdaya saing di masa depan. Mari kita jadikan perbatasan bukan sebagai pemisah, tetapi sebagai gerbang kemajuan Indonesia menuju pentas dunia,” pungkasnya.
Rangkaian festival ini akan berlangsung meriah dengan berbagai aktivitas fisik seperti jalan sehat, lalu ditutup dengan panggung konser di depan Plaza Perizinan Atambua. Masyarakat diimbau untuk antusias mengikuti seluruh acara dengan tetap menjaga ketertiban umum.
