Mendagri hingga Walikota Darwin Hadiri Exotic Tenun by Dekranasda Belu, Angkat Budaya Perbatasan ke Panggung Dunia
ATAMBUA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belu sukses menggelar ajang bergengsi bertajuk “Exotic Tenun by Dekranasda Belu” pada Jumat (26/06/2026). Acara yang berlangsung di pelataran Mal Pelayanan Publik Atambua ini menjadi pembuka rangkaian Festival Fulan Fehan ke-4 dan berhasil menyedot perhatian ribuan warga sejak sore hingga malam hari.
Acara dimulai pukul 15.00 WITA dengan registrasi peserta, disusul Parade Tenun & Kostum Unik kategori TK dan yang dilepas secara berturut-turut pada pukul 16.30 WITA (kategori TK dan SMP), 16.45 WITA (SD), 17.00 WITA (SMA), serta 17.30 WITA (Umum dan Komunitas). Para peserta tampil percaya diri memamerkan kreasi tenun modifikasi modern-etnik.

Memasuki pukul 18.00 WITA, panggung utama menyuguhkan beragam hiburan, mulai dari modern dance, tari kreasi, paduan suara, hingga tarian kolosal. Bersamaan dengan itu, para tamu undangan menikmati hidangan Gala Dinner di Pelataran Tengah Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Belu.
Puncak acara berlangsung pada pukul 20.00 WITA melalui pagelaran fashion show. Panggung runway menampilkan koleksi desainer ternama asal Kupang, Erwin Yuan, yang dibawakan oleh para model profesional. Acara ini juga memamerkan koleksi eksklusif Dekranasda Belu, Dekranasda TTU, serta partisipasi spesial dari negara tetangga, Timor Leste.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para tamu kehormatan. Festival ini menjadi momentum istimewa karena dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri beserta Wakil Menteri dan rombongan.
“Festival ini melibatkan tiga kabupaten, yakni TTU, Malaka, dan Belu, serta pemerintah Timor Leste. Ini adalah festival kebudayaan untuk mempererat persaudaraan di perbatasan. Kita menjaga perbatasan tanpa batas melalui kebudayaan, kemitraan, dan kerja sama,” ujar Bupati Willy Lay.
Ia juga menyambut kehadiran Walikota Darwin yang hadir karena adanya ikatan sejarah penerbangan Eropa-Darwin pada tahun 1919, di mana Kota Atambua menjadi tempat persinggahan terakhir. Bupati Belu berharap Festival Fulan Fehan yang mengangkat tema Tarian Likurai ini bisa terus terlaksana setiap tahun pada bulan Juni.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut memberikan pujian tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, tenun bukan sekadar kain, melainkan identitas, cerita dan bukti kerja keras serta kreativitas mama-mama NTT yang telah terjaga ratusan tahun.
“Saya senang sekali pak Mendagri dan tamu dari luar NTT bangga memakai tenun NTT. Saat ini, menenun juga sudah menjadi muatan lokal di SMA/SMK agar kemampuan ini tidak hilang. Hasil tenunan siswa juga dijual dan bisa membantu biaya sekolah mereka,” ungkap Gubernur Melki Lana Lena.
Acara akbar ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara tamu VIP, desainer, serta model pada pukul 21.30 WITA, sebelum resmi ditutup dengan aman dan sukses pada pukul 22.00 WITA.
Melalui ajang ini, Dekranasda Belu berharap kain tenun ikat dapat terus berkembang menjadi komoditas industri kreatif bernilai tinggi di panggung mode internasional.
Acara ini turut hadiri Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian bersama Ketua Umum TP PKK, Ny. Tri Tito Karnavian, Walikota Darwin, perwakilan Presiden Timor Leste, pejabat kementerian terkait, Forkopimda Belu, serta sejumlah pimpinan daerah, rektor perguruan tinggi, dan pimpinan perbankan di NTT.
