Capaian Imunisasi Belu 2025 Baru 54,4 Persen, Plh. Sekda Minta Semua Pihak Bergerak
Atambua,— Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belu, Elly Rambitan, menyoroti capaian program imunisasi di Kabupaten Belu tahun 2025 yang belum memenuhi target. Hingga saat ini, realisasi cakupan imunisasi baru menyentuh angka 54,4 persen dari target yang ditetapkan sebesar 80 persen.
“Ini menjadi perhatian serius dari kita sekalian terkait pelaksanaan program imunisasi,” ujar Elly Rambitan saat membuka kegiatan Advokasi Program Imunisasi Terintegrasi dan keberlanjutan program di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Rabu (13/5/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, diantaranya Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, perwakilan UNICEF Provinsi NTT, pejabat yang mewakili Dinas Kesehatan Provinsi NTT, pejabat yang mewakili Baperida (Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah) Provinsi NTT pimpinan organisasi masyarakat serta profesi kesehatan.

Menurut Plh. Elly Rambitan, program imunisasi sangat krusial dan harus terus digenjot. Hal ini berkaca pada situasi lapangan di mana kasus diare masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi di bawah lima tahun (balita) serta anak-anak. Selain itu, Kabupaten Belu masih dihadapkan pada persoalan kesehatan yang belum tuntas, seperti stunting, kurang gizi, dan gizi buruk.
“Persoalan ini harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Belu,” tegasnya.
Plh. Sekda menjelaskan bahwa, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif. Program ini terbukti mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi. Namun, imunisasi tidak bisa berdiri sendiri.
“Selain imunisasi, pola hidup sehat dan perbaikan gizi juga menjadi hal penting yang harus didorong. Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas harus terus mengawal ini agar kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Belu semakin meningkat dari hari ke hari,” tambahnya.
Ia mengklaim, Pemerintah Kabupaten Belu telah melakukan berbagai upaya, termasuk membangun kerja sama lintas program maupun lintas sektor. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian imunisasi secara dini kepada anak sebelum berusia 2 tahun.
Lebih lanjut, Plh. Elly Rambitan menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan koordinasi ini adalah untuk memastikan keberlanjutan program imunisasi serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di tengah keterbatasan hubungan eksternal. Pemerintah daerah dituntut untuk mendorong penguatan komitmen serta penganggaran mandiri di tingkat kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Belu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama UNICEF Perwakilan NTT. Kemitraan tersebut dinilai sangat membantu dalam mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program imunisasi di daerah perbatasan ini.
Guna mengejar ketertinggalan target, Plh. Sekda memberikan instruksi langsung kepada para pimpinan wilayah di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Para Camat diminta segera berkoordinasi dan bekerja sama secara aktif dengan semua UPTD Kesehatan (Puskesmas) serta organisasi kemasyarakatan di wilayah masing-masing agar pelaksanaan imunisasi berjalan optimal.
Untuk para Kepala Desa (Kades) dan Lurah diwajibkan menggerakkan dan mendorong masyarakat agar aktif terlibat dalam posyandu maupun kegiatan imunisasi.
“Kades dan lurah harus memastikan setiap ibu dan anak di wilayahnya datang dan memperoleh layanan imunisasi yang lengkap,” pungkas Elly Rambitan.
Melalui sinergi ini, ia berharap seluruh peserta langsung menindaklanjuti arahan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Kegiatan Advokasi Program Imunisasi Terintegrasi ini, diakhiri dengan penandatangan komitmen bersama penguatan program imunisasi dan kesehatan Ibu Anak di Kabupaten Belu.
