Wabup Belu lakukan pertemuan bersama Para Kepala Puskesmas Se – Kabupaten Belu
ATAMBUA – Sebanyak 17 Kepala Puskesmas di wilayah Kabupaten Belu menghadiri pertemuan bersama Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Bathseba Elena Corputty, MARS, dan Sekretaris Dinas Kesehatan, Siprianus Mali, S.IP. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Kamis (5/3/2026).
Pertemuan bersama para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu ini dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait berbagai masukan, kendala, serta keluhan yang dialami oleh para petugas kesehatan di puskesmas baik itu kekurangan tenaga medis maupun peralatan medis hingga fasilitas kantor serta jaringan blankspot.

Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST menyampaikan bahwa para kepala puskesmas yang ada di Kabupaten Belu merupakan pelayan publik oleh karena itu pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus lebih di tingkatkan lagi dan melayani dengan maksimal sesuai dengan SOP yang berlaku.
“Petugas di puskesmas yang tau tentang kesehatan terkait tafsiran kapan waktu melahirkan bagi seorang ibu hamil untuk itu saya minta agar para kepala puskesmas dapat berbenah sehingga dapat terhindar dari kematian ibu dan bayi,” pintanya.
Ia menegaskan bahwa kepala puskesmas harus bertanggung jawab atas semua tindakan, administrasi dan bertanggung jawab atas setiap persoalan yang terjadi di puskesmas masing-masing selain itu tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ramah dan senyuman.

“Jadi pemimpin itu harus bekerja dengan hati dan turun ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bukan masyrakat yang mencari untuk dilayani karena petugas kesehatan dibayar negara untuk melayani orang sakit sehingga tidak terjadi kematian ibu dan bayi dan juga harus memutus angka stunting yang ada di wilayah Kabupaten Belu” tegasnya.
Di akhir kata dirinya meminta kepada para kepala puskesmas agar perkuat data terkait ibu hamil dan balita agar tidak terjadi lagi kasus kematian ibu dan bayi. Data ini sangat penting agar tenaga kesehatan dapat melakukan persiapan dan pelayanan maksimal tanpa menunggu kondisi darurat.
“Saya harap berikanlah pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, layani dengan Hati dan Baik” harapnya.
Dalam Pertemuan tersebut di lakukan Diskusi bersama para Kepala Puskesmas dan wakil Bupati Belu.
