9 Ton Beras Disalurkan di Atambua, Gerakan Pangan Murah Belu Jaga Stabilitas Harga Jelang HBKN 2026
Atambua,– Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Atambua dan PT. Cipta Laku Lestari menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah konkret pengendalian stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa Idul Fitri, Imlek dan Hari Raya Paskah Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Jumat (13/02/2026).
Gerakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan serentak nasional yang dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh seluruh pemerintah daerah se-Indonesia. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dilakukan guna memastikan ketersediaan stok serta menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat hari raya.

Di Kabupaten Belu, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, ST, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Belu, Kepala Perum Bulog Cabang Atambua, unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah mengikuti pembukaan secara virtual dari lokasi kegiatan.
Usai pembukaan, Wakil Bupati Belu turun langsung meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan berinteraksi dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membeli kepada salah satu warga, Ibu Meriana, sebagai simbol dimulainya transaksi dalam kegiatan tersebut sekaligus bentuk dukungan terhadap kelancaran distribusi pangan murah di Kabupaten Belu.
Dalam kegiatan ini, pemerintah menyiapkan 9 ton beras yang dijual dengan harga Rp60.000 per sak (5 kg) atau Rp12.000 per kilogram. Selain itu, tersedia pula gula pasir dengan harga Rp20.000 per kilogram, serta komoditas segar seperti terong, tomat dan ikan nila guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara lebih lengkap dan terjangkau.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan menjelang Puasa, Idul Fitri, Imlek dan Paskah Tahun 2026. Dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar, masyarakat diharapkan tetap memiliki daya beli yang stabil serta dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan lebih mudah.

Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari. Masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat.
Ibu Meriana menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada pemerintah yang sudah mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini. Kami merasa sangat terbantu, apalagi menjelang Puasa, Idul Fitri, Imlek dan Paskah. Harga kebutuhan pokok sedang naik, jadi kegiatan ini sangat meringankan beban kami,” ungkapnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Belu menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan daerah, menekan inflasi, serta memastikan masyarakat dapat menyambut dan merayakan hari besar keagamaan dengan tenang, aman dan penuh sukacita.
