Atambua- Dalam mendukung upaya Penguatan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kesejahteraan petani di Wilayah Perbatasan, Wakil Bupati Belu – Vicente Hornai Gonsalves, ST, menghadiri kegiatan panen kol bersama Kelompok Tani Mane Bala di Dusun Weliurai, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Selasa (20/01/2026).
“Ketahanan pangan itu bukan soal slogan, tapi bagaimana pemerintah dan petani bergerak bersama di lapangan,” tegas Wabup Vicente di sela-sela panen.
Keuntungan Fantastis Keberhasilan petani di perbatasan ini bukan main-main. Dengan modal produksi hanya Rp2 juta, Kelompok Tani Mane Bala berhasil meraup pendapatan hingga Rp26 juta. Setelah dipotong biaya, mereka mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp24 juta.
Wakil Bupati Belu Vincente Hornai Gonsalves, ST menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai slogan semata, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan antara pemerintah dan petani.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya kita bicara slogan, tetapi bagaimana pemerintah dan petani terus bergerak bersama dengan dukungan nyata dari pemerintah,” tegas Wabup Vicente.

Dirinya berharap ke depan tidak hanya Kelompok Tani Mane Bala yang terus berproduksi, tetapi juga kelompok-kelompok tani lain di Kabupaten Belu, sehingga ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok Tani, Arnoldus Naiusu, mengaku sangat terbantu dengan bantuan bibit dan pupuk dari pemerintah. “Hasil ini membuktikan petani bisa sejahtera jika didampingi dengan benar,” ungkapnya.
Tantangan Lahan & Air Meski sukses, Wabup Vicente mencatat tantangan besar di Desa Kabuna: dari 1.000 keluarga petani, mayoritas tidak memiliki lahan sendiri. Menanggapi hal ini, ia menginstruksikan dinas terkait dan para penyuluh (PPL) untuk memastikan distribusi air lancar agar petani yang menyewa lahan tetap bisa produktif.
“Pemerintah akan terus hadir, mulai dari urusan air, pupuk, hingga alat mesin tani, agar petani kita makin mandiri dan sejahtera,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, ST, mengungkapkan bahwa keberhasilan panen kol oleh Kelompok Tani Mane Bala merupakan hasil dari kerja bersama antara petani, penyuluh, dan Pemerintah Daerah.
“Panen kol hari ini adalah bukti bahwa jika pendampingan dilakukan secara konsisten dan petani bekerja dengan tekun, maka hasilnya bisa sangat baik. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan terus hadir mendampingi petani, mulai dari perencanaan tanam, penyediaan sarana produksi, hingga pascapanen,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk subsidi, serta benih, tetapi juga pendampingan teknis oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan agar petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
“Kami mendorong agar kelompok tani tidak berhenti sampai di satu kali panen saja, tetapi terus berproduksi secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan air yang baik, pola tanam yang tepat, serta kerja sama antarpetani, ketahanan pangan di Kabupaten Belu dapat terus diperkuat,” tambahnya.
Vincensius juga menegaskan bahwa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu akan terus melakukan pembinaan dan monitoring terhadap kelompok-kelompok tani, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Belu, agar pertanian menjadi sektor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mane Bala, Arnoldus Naiusu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
“Perhatian pemerintah kepada kami sangat luar biasa. Sejak awal merintis, kami terus didampingi, mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian, pupuk subsidi, hingga bibit,” ungkap Arnoldus
Hadir dalam panen kol di Desa Kabuna yakni para PPL serta anggota kelompok tani Mana Bala dan dilanjutkan dengan diskusi bersama terkait pengembangan pertanian dan dukungan pemerintah ke depan.
