WEBSITE DESA SEBAGAI MEDIA PENYEBARLUASAN INFORMASI DAN POTENSI DESA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU-Senin (04/03), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin, SE. M.Si, hadir dalam dialog di RRI Atambua. Dalam dialog yang mengambil tema Pembangunan Wesite Desa ini membahas tentang pentingnya Website Desa sebagai media untuk menginformasikan seluruh kegiatan pembangunan di Desa, untuk menjawab tuntutan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU Nomor 06 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam dialog ini Kadis Kominfo mengatakan bahwa dalam RPJMD 2016-2021, target 50% desa di Kabupaten Belu sudah mempunyai website yang aktif sebagai sarana penyebarluasan informasi pembangunan desa.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

“Tidak saja diatur dalam UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, tetapi kewajiban desa untuk menginformasikan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam suatu sistem informasi yang terintegrasi dan mudah diakses oleh semua pemangku kepentingan juga diatur dalam UU Nomor 06 tahun 2014 tentang Desa,” ujar Kadis Kominfo.

Lanjut Kadis Kominfo, per 1 Maret 2019 ini, Dinas Kominfo sudah memfasilitasi pembangunan 21 website Desa, termasuk didalamnya 5 Desa yang difasilitasi oleh Kementerian Kominfo RI melalui Program Desa Broadband.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Johanes Andes P, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

“Target kita dalam tahun 2019 ini ada penambahan 7 desa lagi, dan di tahun 2020 juga ada penambahan 7 desa lagi, sehingga memasuki tahun 2021 sudah terdapat 35 Desa yang mempunyai website, sesuai target RPJMD. Untuk mencapai target itu tentu Dinas Kominfo tidak dapat bekerja sendirian, sehingga kami sudah membangun komunikasi dan koordinasi dengan OPD terkait, terutama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk mendapatkan dukungan dan memberikan pemahaman kepada para Kepala Desa dan para pemangku kepentingan di desa akan pentingnya website desa,” ungkapnya.

Dukungan yang dimaksudkan adalah perhatian para kepala desa untuk menugaskan salah satu personil didesa sebagai operator atau admin website, sementara dukungan teknis termasuk pembuatan laman dan hosting akan disiapkan oleh Dinas Kominfo.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Pemandu Desa Broadband Fulur, Eduardus Suri Lebo, S.Kom yang mendampingi Kadis Kominfo dalam dialog tersebut mengatakan bahwa Kementerian Kominfo sudah mengembangkan suatu platform sistem informasi yang membantu tata kelola desa yaitu SIDEKA yang merupakan Sistem Informasi Desa dan Kawasan yang mempunyai jejaring hingga 6082 Desa diseluruh Indonesia. SIDEKA dapat digunakan secara offline dan disediakan secara gratis serta mendapat fasilitas pendampingan dari para Pandu Desa untuk pembuatan dan pengelolaan website desanya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, dalam ruangan

“Jadi menurut saya tidak ada alasan desa tidak mempunyai website. Kalau pendekatannya adalah masalah, memang sampai kapanpun kita akan selalu terbentur dengan permasalahan yang ada. Dalam konteks website desa, infrastruktur dan ketersediaan jaringan bukan merupakan masalah. Itu semua akan ditangani oleh pemerintah, tetapi yang penting adalah niat dan kemauan untuk mempunyai website desa,” tegas Edu.

Foto/Berita: Devi Yunita & Okto Mali

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.