WABUP BELU TUTUP FESTIVAL WONDERFUL INDONESIA DI MOTA’AIN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (06/11), Festival Wonderfull Indonesia Crossborder Indonesia – Timor Leste yang dihelat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata RI resmi ditutup Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan, di Pelataran Pasar Motaain, Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu – NTT.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

Penutupan Kegiatan Festival Wonderfull Indonesia ini ditandai dengan Pemukulan Tihar (Likurai) oleh Wakil Bupati Belu, didampingi Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III – Muh. Ricky Fauziyani, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si, Kepala Bea Cukai Atambua – Tribuana Wetangterah, Kepala PLBN Motaain – Tiolan Hutagalung, Kepala PLBN Motamasin, Pejabat yang mewakili Kantor Imigrasi, Kapospol Motaain, dan Perwakilan Perbankan.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan menyampaikan apresiasi kepada Kemenpar RI yang sudah bekerja keras mendesain kegiatan ini melalui perhelatan acara Festival Wonderful Indonesia, yang terlaksana ke 12 kali secara bergilir di 4 titik pintu perbatasan yakni PLBN Motaain Kabupaten Belu, PLBN Motamasin Kabupaten Malaka, PLBN Wini dan PLBN Napan di Kabupaten TTU.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Dikatakan kehadiran Kemenpar RI di Kabupaten Belu yang merupakan Kabupaten Sahabat ini merupakan suatu kepedulian dan perhatian kepada masyarakat khususnya di Wilayah Perbatasan.

“Karena itu, penghormatan dan apresiasi yang besar kepada panitia penyelenggara, yang dari tahun ke tahun selalu hadir di perbatasan dalam perhelatan berbagai kegiatan salah satunya Festival Wonderfull Indonesia Crossborder Indonesia – Timor Leste,” Ujar Wabup Belu – Ose Luan ketika menyampaikan sambutannya dalam acara penutupan Festival tersebut.Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang duduk dan luar ruangan

Lebih lanjut, Wabup Ose Luan mengatakan, jika ada oretan – oretan atau kekurangan – kekurangan yang terjadi, jangan dilihat sebagai sesuatu yang buruk namun lihatlah program ini yang mempunyai makna dan dampak kedepan, karena apa yang direncanaan ini memiliki tujuan dan misi yang positif, apalagi dilaksanakan diarea batas negara RI – Timor Leste.

“Bila ada hal – hal yang kurang, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Belu dan jajaran Forkopimda yang ada di Kabupaten Belu menyampaikan permohonan maaf, tidak pernah ada sebuah tema untuk melakukan sebuah kesalahan dan kekurangan tetapi kami selalu bersyukur dan berterima kasih atas kegiatan yang dirancang di Wilayah Perbatasan ini,” ujar mantan Sekda Kabupaten Belu itu.

Sementara itu, menurut Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III – Muh. Ricky Fauziyani, kehadiran kami untuk memprakasai kegiatan ini merupakan pemenuhan janji terhadap masyarakat di perbatasan RI dengan Timor Leste. Oleh karena itu, terima kasih kepada semua pihak yang terlibat karena tanpa kerja keras dan dukungannya semua ini tidak ada apa – apanya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, makan dan luar ruangan

Asdep menambahkan pelaksanaan kegiatan ini telah dievaluasi secara menyeluruh dan berbagai masukan dan saran pun mengemuka baik dari masyarakat dan pemerintah daerah. Sehingga pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakn secara bergilir.

“ Meskipun nomenkaltur Kementerian Pariwisata berubah, namun saya harapkan Festival ini terus berlanjut untuk memberikan pengaruh positif kepada masyarakat di wilayah tapal batas,” tandasnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri dan luar ruangan

Acara penutupan Festival wonderfull Indonesia ini berakhir dengan berbagai suguhan hiburan – hiburan menarik, diantaranya tarian massal dari siswa – siswi SMPN Silawan, Aksi dari penari sanggar Sandelud Kodim 1618/TTU dan juga aksi dari band – band ternama di Kabupaten Belu dan hiburan lainnya.

Berita/Foto: Norci Man & Jun Nai Buti

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.