WABUP BELU BUKA SOSIALISASI PENDIDIKAN PENCEGAHAN TPPO DI WILAYAH PERBATASAN RI-RDTL

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (01/10), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan membuka sosialisasi pendidikan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Belu.

Sosialisasi pendidikan pencegahan TPPO digagas atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Yayasan Nusa Bunga Abadi di Kupang, diikuti 50 Peserta terdiri dari Unsur Pemerintah, Karang Taruna, dan Organisasi Pemuda di Kabupaten Belu.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yayasan Nusa Bunga Abadi, karena sudah menggagas kegiatan ini sehingga terlaksana di Wilayah Perbatasan RI – RDTL.

Menurutnya, berbicara soal perdagangan orang atau TPPO maka tidak terlepas dari anak – anak dan orang tua. Untuk itu, salah satu upaya untuk mencegah praktek Perdagangan orang, harus diawali dari Keluarga.

“Perdagangan manusia ini sadar tidak sadar dipermainkan oleh Manusia lainnya untuk mencari keuntungan bagi dirinya, dan hal ini harus dimulai dengan penyadaran kepada Manusia yang harus mulai dari keluarga,” kata Wabup Ose Luan, dalam sambutannya pada acara pembukaan sosialisasi pendidikan pencegahan TPPO.

Lebih lanjut Wabup Belu menekankan kepada seluruh peserta agar serius mengikuti kegiatan Sosialisasi pendidikan pencegahan TPPO karena melalui kegiatan tersebut akan memperoleh pemahaman dan informasi bagaimana cara menjaga dan mendidik anak dengan maksimal sehingga tidak terjadi kasus perdagangan orang.

“ Kepada peserta yang hadir, saya minta mengikuti kegiatan ini sampai selesai sehingga anda – anda ini menjadi pewarta, meyampaikan informasi kepada orang – orang supaya sadar bahwa dalam perekrutan tenaga kerja tidak salah, tetapi didalamnya banyak ditemukan pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Tidak saja Pemerintah Kabupaten Belu, turut hadir mendampingi Wabup Belu, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Belu Dapil 4 – Mauk Martinus.

Anggota Dewan asal dapil 4 ini, mengatakan TPPO tersebut sudah menyangkut harkat dan martabat manusia, menurutnya harus dicegah karena tidak sesuai dengan kebudayaan di Kabupaten Belu. Lebih dominannya kerapkali muncul kepada kaum perempuan dan anak – anak.

“ Karena itu, semua harus bekerjasama untuk mencegah kasus perdagangan orang di Kabupaten Belu, dimana hal ini bertentangan dengan adat – istiadat dan agama kita,” tandas anggota DPRD Kabupaten Belu.

Dirinya mengajak kepada masyarakat Kabupaten Belu agar saling bahu – membahu untuk berjuang dan berusaha supaya tidak terjadi kasus perdagangan orang dan perlu dimulai dari keluarga .
#kominfo #kominfobelu #atambua #atambuabelu #atambuakotaperbatasan
.
.
Berita/Foto: Norci Man & Jhon Dasilva

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.