UPAYA PDAM KAB. BELU MENYEDIAKAN AIR MINUM BAGI MASYARAKAT ATAMBUA

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Rabu (13/03), berbagai upaya dilakukan PDAM Kab. Belu untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Belu, terutama di wilayah perkotaan Atambua dan sekitarnya. Direktur PDAM Yunius Koi Asa, S.Fil yang ditemui diruang kerjanya mengatakan, kebijakan yang diambil saat ini adalah penambahan kapasitas produksi air minum dan perbaikan jaringan yang rusak untuk menekan kebocoran pada sistem distribusinya. Kebijakan ini diambil mengingat kurangnya kapasitas produksi yang diakibatkan oleh terbatasanya sumber air baku.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, layar dan dalam ruangan

“Kita juga memperbaiki seluruh sistem yang rusak terutama pipa yang bocor sehingga bisa teraliri kembali. PDAM akan berupaya untuk terus mendorong pemerintah Kabupaten Belu dan Pemerintah Pusat untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang baru,” ujarnya.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan luar ruangan Gambar mungkin berisi: tanaman, luar ruangan, air dan alam

“Khusus untuk perkotaan Atambua, saat ini produksi berasal dari sumber air Lahurus dengan debit 7-9 liter per detik, dan direncanakan akan ada penambahan lagi melalui SPAM Weoe dan Haekriit. Pada bulan Agustus, akan dibantu dengan jaringan pipa sumur Weutu dan Sirani (Kec. Tasifeto Timur-red) yang akan ditampung di reservoar Raimaten, kemudian didistribusikan untuk melayani masyarakat di Raimaten, Kuneru, Tulamalae dan sekitarnya.” Selanjutnya disampaikan bahwa dengan adanya penambahan produksi dari reservoar Raimaten, pelanggan–pelanggan yang selama ini tidak dapat dilayani di sekitar Halifehan, Toro dan sebagian Tulamalae akan kembali diaktifkan. Permasalahan teknis lainnya adalah usia pipa jaringan distribusi yang sudah mencapai 20-40 tahun sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti keropos yang berakibat pada kebocoran.

Gambar mungkin berisi: tanaman, luar ruangan dan alam Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan anak

Selain teknis, terdapat permasalahan sosial yang dihadapi seperti sumber-sumber air yang masih dikuasai oleh beberapa kelompok masyarakat sangat menyulitkan PDAM untuk memanfaatkan potensi tersebut untuk menambah kapasitas produksi. Yun Koi mengharapkan kerjasama dan dukungan dari semua pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah ini, sehingga sumber-sumber mata air tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh PDAM untuk melayani masyarakat.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, orang berjalan, pohon, luar ruangan dan alam

“Berbagai masalah tersebut tidak mematahkan semangat kami untuk terus melayani masyarakat Kabupaten Belu melalui penyediaan air minum,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data PDAM Kab. Belu, saat ini terdapat 5.647 pelanggan aktif dari tiga Kecamatan di perkotaan Atambua.

Berita/Foto: Mechy Aton dan Okto Mali

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.