UNIKNYA FESPARAWI DI MOTAAIN HADIRKAN 5 TIM ASAL TIMOR LESTE

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (19/11), Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Pariwisata RI terus menjaring Wisatawan baik mancanegara maupun Domestik melalui berbagai kegiatan yang difokuskan di wilayah Perbatasan, salah satunya event yang dikemas dalam bentuk Festival Paduan Suara Gerejawi Tahun 2019. Festival Paduan Suara Gerejawi yang difokuskan di PLBN Motaain ini melibatkan 17 Tim dan 5 Tim lainnya berasal dari Negara tentangga Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 17 orang, orang tersenyum, orang berdiri

17 Grup Paduan suara tersebut antara lain, Coro Sao Fransisco De Asis Maliana, SMA Bina Karya Atambua, Holly Sprit (Kor Paroki Fatubenao-Atambua), Coro Maria Auxiliadora Comoro (Dili), Coro Paroquia Sao Jose Aimutin (Dili), Voka Aruditans (Unika Kupang), Koor Santo Arnoldus Yansen (Maliana), Coral Nossa Senhora Do Carmo Catedral Dili, Trilolok (Sukabitetek, Desa Leuntolu, Kec. Raimanuk), Vokalista Bella (Tenubot – Atambua), Laudate Choir Unimor (TTU), Smaker Choir (SMA Kristen – Atambau), Cantata Badarai (Paroki Santo Yohanes Pemandi Haliwen), Marry Mediatrix Voice (Kiupukan – TTU), Santa Maria Regina Caeli (kelurahan Manuaman – Atambua Selatan), Katrot Silawan Choir (Silawan) dan Magnificat Choir (Kelurahan Rinbesi – Atambua).

Gambar mungkin berisi: 17 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Kemeriahan Festival Paduan Suara ini terlihat dari Penampilan–penampilan suara menarik yang disuguhkan lewat nyanyian lagu-lagu rohani dan langsung dinilai oleh ketiga Dewan Juri antara lain, Perwakilan Keuskupan Dili – Timor Leste – Padre Emanuel Lelo Talok, CMF, Theodorus Kiik, S.Pd., SD dan Romo Fransiskus Delvi Abanit Asa, Pr.

Menurut Perwakilan Keuskupan Dili – Timor Leste, Padre Emanuel Lelo Talok, CMF yang menyampaikan pesan dari Uskup Agung Dili, bahwa melalui Fesparawi ini merupakan berkat bagi kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan dengan bernyanyi, karena menurutnya musik membawa orang kesurga.

“ Ketika kita datang berlomba dalam sebuah kompetisi, ada menang dan ada kalah tetapi kita telah memberikan pujian terbaik untuk Tuhan yang selalu menjadi penyelamat bagi kita,” imbuh Padre Emanuel.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Padre berharap agar kedepannya kelima Keuskupan yang ada Timor Leste bisa ikut berpartisipasi pada Fesparawi selanjutnya, karena 5 keuskupan ini punya batas darat langsung dengan Negara Indonesia.

Salah satu peserta asal Paroki Maria Auxiliadora Comoro Timor Leste – Dytho Laves Nascimento menyampaikan terima kasih karena momen ini sangat luar biasa dimana pertama kalinya menghadirkan peserta asal Timor Leste untuk meyalurkan dan mengembangkan bakat mereka melalui kompetisi Paduan Suara Gerejawi antar negara di Motaain.

“Jadi, kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena sudah bisa membangun kerjasama dan persaudaraan antar Negara di bidang Musik,’’ imbuhnya.

Gambar mungkin berisi: 13 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Adapun 12 Tim yang berhasil lolos ke babak Grandfinal yakni Hollyspirit, Coro Maria Auxiliadora Comoro (Dili), Coro Paroquia Sao Jose Aimutin (Dili), Voka Aruditans (Unika Kupang), Vokalista Bella (Tenubot – Atambua), Laudate Choir Unimor (TTU), Cantata Badarai (Paroki Santo Yohanes Pemandi Haliwen), Santa Maria Regina Caeli ( kelurahan Manuaman – Atambua Selatan), Katrot Silawan Choir (Silawan), Magnificat Choir (Kelurahan Rinbesi – Atambua), Koor Santo Arnoldus Yansen (Maliana), dan Coral Nossa Senhora Do Carmo Catedral Dili.

Sebagai informasi, Grandfinal Festival Paduan Suara Gerejawi Indonesia – Timor Leste Tahun 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 23 November mendatang di Plaza Pelayanan Publik Timor Atambua.

Berita/Foto: Norci Man & Andi Luan

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.