UMAT KATOLIK PAROKI SANTO PETRUS TUKUNENO, IKUTI JALAN SALIB HIDUP (TABLO)

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Jumat (19/04), Umat Katolik Paroki Santo Petrus Tukuneno melakukan prosesi jalan salib hidup (Tablo) untuk mengenang sengsara dan wafatNya Yesus Kristus, berlangsung di Gereja Paroki St. Petrus Tukuneno.

Prosesi jalan salib hidup (Tablo)yang dilakukan dengan berjalan kaki sepanjang 3 kilo meter tersebut, dimulai dengan perhentian Pertama di halaman depan Gereja Paroki Santo Petrus Tukuneno dan berakhir pada perhentian ke 14, perhentian terakhir kembali ke Gereja Paroki tersebut.

Pastor pembantu Paroki Santo Petrus Tukuneno sekaligus penanggung jawab kegiatan jalan salib hidup atau tablo, Rm. Adi Ampolo, Pr mengatakan, tujuan diadakan Tablo ini adalah ziarah iman, yang dalam ajaran iman katolik Jumat Agung merupakan Jalan Salib. Namun, terdapat 2 opsi yakni jalan salib biasa dengan refleksi ataupun dengan Tablo dramatisasi jalan salib Tuhan Yesus Kristus. Tujuannya adalah membawa umat untuk mengerti penderitaan Tuhan Yesus Krisus, membawa umat untuk bisa mengalami ziarah hidupNya, serta untuk anak-anak yang berperan sebagai tokoh dalam Tablo ini diharapkan mereka dapat merenungkan hidup mereka sehingga dapat membawa arti dan perubahan dalam hidup mereka.

”Dengan Tablo pesan yang ingin disampaikan kepada umat yakni agar umat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus, punya iman, mengerti arti korban, mengerti arti penderitaan, dan diterapkan dalam hidup, bahwa hidup tak semudah seperti apa yang dibayangkan namun ada Yesus yang mencintai kita dan mengorbankan hidupNya sampai mati,” tutur Romo.

Lanjut Romo, “Persiapan yang dilakukan Selama satu stengah bulan dan para tokoh yang berperan dalam tablo dilatih oleh masing-masing pelatih. Selain latihan ada juga ret-ret khusus. Tablo bukan hanya sekedar penampilan namun tablo adalah merajut persaudaraan, persatuan dan hidup sebagai saudara sebagai solidaritas,”ungkap Romo.

Selain itu, pemeran utama sebagai Yesus, Yoseph Fernando Saik mengatakan, Ini merupakan suatu kepercayaan karena ia sendiri yang memilih untuk melakonkan peran sebagai Yesus.

“Setelah menjalankan peran sebagai Yesus dalam Tablo ini, saya merasa sangat luar biasa, karena ada hal baik yang akan selalu saya ingat dan saya rasakan yaitu persaudaraan dalam Tablo,”katanya.

Lanjutnya, “untuk persiapannya baik dari latihan, peralatan, dan kostum sangat total dan extra walaupun harus korban waktu dan tenaga,”tambahnya.

Tablo yang melibatkan organisasi interen Gereja Tukuneno tersebut, diikuti oleh seluruh umat Paroki Santo Petrus Tukuneno dan dijaga Aparat Keamanan serta dibantu petugas keamanan gereja.

Foto/Berita: Ischa Tae, Hengki Mao & Cransen Fontes

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.