TIM DELEGASI G7+ ADAKAN KUNKER KE PLBN MOTAAIN PERBATASAN RI-RDTL

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU –Rabu (28/08), Tim Delegasi G7+ melakukan kunjungan kerja ke PLBN Motaain, wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL bertempat di Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang berdiri

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi perbatasan Indonesia dan Timor Leste, aktifitas pelintas batas dan juga melihat kerukunan kedua negara dalam menjaga perbatasan.

Ikut dalam Delegasi G7+ diantaranya, Menteri Sosial Afrika Tengah – HE Virginia Baikova, Mr. Bienvenu Herve Kovongbo, Direktur Multilateral Coorperation Afrika Tengah – Ambosador Ruzoviyo Guilliaume, Presiden of the Nations Unity and Reconcilliation – Mr. Edward Nubah, Executive Directorof Liberia Peace Building Office Rambang Luth dan Agusto Jr. Nelmida Miclat dan Executive Director Initiatives for International Dialogue Filipina.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH Dalam sambutannya mengatakan komisi perdamaian dan keamanan yang dibentuk pasca referendum berhasil menjaga stabilitas dikedua negara karena asas saling menghormati. Timor Leste telah berdiri menjadi suatu negara yang berdaulat, untuk itu kerjasama secara kontinyu dan berkesinambungan diberbagai bidang antara Indonesia dan Timor Leste sangat diperlukan guna menjaga keharmonisan kedua negara, kerjasama dibidang ekonomi, budaya, olahraga dan dialog dari waktu ke waktu perlu ditingkatkan terus menerus.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan keramaian

Lanjut Bupati, sebagai kabupaten yang berada di perbatasan, kami sering melakukan kegiatan bersama dengan saudara-saudara kami dari Distric Bobonaro, Distrik Kovalima dan Distrik Oekusi dalam bentuk kegiatan olahraga perbatasan, Kabupaten Belu juga secara rutin melakukan konser musik perbatasan (Cross border).

Gambar mungkin berisi: 3 orang, dalam ruangan

Duta besar Indonesia untuk Timor Leste – Sahat Sitorus mengatakan Negara Indonesia dan Timor Leste menunjukan kepada dunia bahwa Rekonsiliasi adalah hal yang mungkin dan Rekonsiliasi Indonesia dan Timor Leste dapat menjadi ikon dan menjadi contoh kepada dunia, karena dibeberapa belahan dunia masih saja terdapat Konflik baik itu suku maupun perbatasan .

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemotongan cake sebagai simbol Kebersamaan.

Foto/Berita: Anna Ukat & Hengky Mao

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.