TAMPIL PERDANA DI ISTANA NEGARA, TARIAN LIKURAI BELU MEMUKAU PENONTON

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–SABTU(17/08), Sebagaimana yang dilansir pada laman TITIANNEWS.com, Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia selama 74 tahun, Tarian Likurai dari Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara timur menjadi suguhan pembuka pada rangkaian acara 17 Agustus 2019 di Istana Presiden, Gambir, Jakarta Pusat. 150 orang penari asal Belu yang terdiri dari 102 orang perempuan dan 48 orang laki-laki tampil dengan memukau tamu-tamu negara.

Kepercayaan kepada 150 penari Belu untuk tampil pada detik-detik proklamasi HUT RI ke-74 di Istana negara ini berawal dari kesuksesan mereka membawakan Likurai pada seremonial pembukaan Asian Games 2018 lalu.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruangan

Likurai adalah tarian tradisional sejenis tarian perang yang khas dari daerah Belu-NTT. Tarian ini biasanya dilakukan oleh beberapa penari pria dengan menggunakan pedang dan penari wanita dengan menggunakan Tihar atau gendang kecil sebagai atribut menarinya. Tarian Likurai ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Belu dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, upacara adat, pertunjukan seni dan festival budaya.

Secara umum, Likurai merupakan tarian penyambutan pahlawan perang yang berhasil mengalahkan musuh di medan perang dengan gagah berani. Oleh karena itu, tarian Likurai layak ditampilkan pada detik-detik Proklamasi RI sebagai bentuk penyambutan dan penghormatan kepada jasa-jasa para pahlawan yang mengorbankan keringat, airmata, dan darah untuk kemerdekaan Indonesia.

Brand tarian Likurai yang dibawakan di halaman Istana negara adalah jenis tarian perpaduan antara Likurai oleh penari perempuan dan Antama untuk penari laki-laki.

Koordinator Pelatih Likurai, Hendrikus Andrada mengatakan bahwa untuk mempercantik gerakan dan harmonisasi musikalisasi dalam satu paket suguhan kesenian Belu, pihaknya bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakara, sebuah kampus seni tertua di Indonesia.

Andrada juga menjelaskan bahwa selain formasi Likurai dan Antama, para penari juga menambahkan formasi lingkaran tebe dan formasi matahari, serta beberapa sentuhan empat etnik di Belu yaitu Tetun, Dawan, Kemak, dan Bunaq.

Andrada juga menjelaskan bahwa Likurai dan Antama yang bakal ditampilkan mengambil nama, Selaras Tihar Likurai Belu.

Kesuksesan tarian Likurai di halaman Istana Negara merupakan buah dari latihan keras selama 6 bulan.

“Kita bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk tampil pada detik-detik HUT Proklamasi ke-74 di Istana Negara. Suksesnya penampilan 150 penari Likurai hari ini adalah buah dari kerja keras dan latihan selama 6 bulan.” Tutur Andrada kepada redatur NBC.

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay merasa terharu dengan penampilan dari 150 penari likurai yang baru saja tampil pada detik-detik HUT Proklamasi RI ke-74.

“Saya terharu sekali dengan penampilan penari-penari kita yang ditampilkan secara Live di TV. Mereka adalah duta-duta budaya dari perbatasan Belu”, tutur Willy.

Di samping itu, Willy juga mengakui bahwa sepanjang sejarah Indonesia berdiri selama 74 tahun, baru terjadi kali ini Likurai bisa tampil di Istana negara dalam satu moment yang paling penting yaitu HUT kemerdekaan Republik Indonesia.

Willy juga berharap agar penampilan Likurai di halaman Istana Negara ini bisa menjadi ajang promosi sekaligus batu pijakan bagi Belu dan NTT dalam ikhtiar menjadikan produk kebudayaan sebagai motor penggerak ekonomi Belu dan NTT.

Berita/Foto: TITIANNEWS.com & Viviawaty Ng Lay

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.