SOSIALISASI APLIKASI “SIRUP” BAGI PARA ADMINISTRATOR DINAS

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa(15/10), Bagian Administrasi Pembangunan Setda Belu mengadakan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) bagi para Administrator Dinas. Sosialisasi ini dibuka oleh Asisten Perekoniomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu – Drs. Arnold Bria Seo yang berlangsung diaula Lantai Satu Kantor Bupati Belu.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan dalam ruangan

Aplikasi Sirup adalah Aplikasi Sistem informasi Rencana umum pengadaan berbasis Web (Web based) yang dikembangkan oleh LKPP, berfungsi sebagai sarana atau media untuk mengumumkan Rencana Umum Pengadaan ( RUP) barang dan jasa dengan alamat inaproc.lkpp.go.id/sirup .

Gambar mungkin berisi: 1 orang, kacamata gelap, lensa kaca mata dan dekat

Asisten Perekoniomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu – Drs. Arnold Bria Seo mengatakan dengan adanya sosialisasi ini sangat penting bagi tiap dinas agar bisa mengetahui Aplikasi Sirup agar para penggunaan anggaran (PA) atau kuasa penggunaan anggaran (KPA) dapat mengakses Aplikasi Sirup secara online, sehingga dapat mempercepat proses pelelangan. Diharapkan peserta mengikuti sosialisasi ini secara baik, dan hasilnya dilaporkan kepada pimpinan agar dapat ditindaklanjuti.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, kacamata gelap dan dekat

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Belu – Fredrikus L. Bere Mau, ST mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk merefres kembali pemahaman para administrator sistim informasi rencana umum pengadaan, sehingga pemahaman tentang pengimputan RUP bisa semakin baik, karena sering para petugas admin grup dari OPD sering ada pergantian atau perpindahan tugas dan fungsi sehingga dari bagian administrasi pembangunan harus terus menerus mengadakan sosialisasi ini agar dapat membimbing dan menuntun para admin sehingga tidak adanya keterlambatan dalam penyusun RUP. Jika adanya keterlambatan dalam penyusunan RUP maka akan berdampak pada percepatan pelaksanaan kegiatan yang bersumber APBD .

Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang duduk

“ RUP menjadi strategis karena jikalau tidak adanya pengumuman RUP maka kegiatan-kegiatan yang harus ditenderkan yang harus dilakukan secara kontraktual maupun swakelola tersebut belum bisa dilakukan, karena telah diwajibkan oleh regulasi diatur dengan peraturan presiden bahwa kewajiban mengumumkan RUP tersebut adalah suatu keharusan bagi setiap pengguna anggaran, karena dengan RUP kita menjalankan Transparansi informasi publik terhadap semua komponen masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui setiap tahun anggaran setiap OPD akan melakukan kegiatan apa saja, dimana dan berapa besar anggaran”.

Foto/Berita: Anna Ukat & Sipri Luma

Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.